Berkas Paslon Independen Diserahkan ke PPS

0
946
BERKAS DUKUNGAN: Tim paslon perseorangan sedang merapikan berkas dukungan di Kantor KPU Kota Tanjungpinang berada di Km 8 Atas Tanjungpinang, Jumat (8/12).f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Ditemukan 4.000 Dukungan Pakai KK dan 1.748 KTP SIAK

KPU Kota Tanjungpinang telah selesai melakukan verifikasi administrasi dan analisa dukungan ganda milik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Edy Saprani dan Edi Susanto. Mereka maju melalui jalur perseorangan atau independen.

TANJUNGPINANG – Selama masa penelitian administrasi dan analisasi, KPU menemukan 4.000 dokumen fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan 1.748 fotokopi KTP SIAK. Jadi, sisa dokumen dukungan paslon perseorangan tinggal 9.719 KTP Elektronik (KTP-el).

”Karena paslon perseorangan menyerahkan dokumen dukungan ke kita (KPU, red) sebanyak 15.467,” kata Devisi Perencanaan Anggaran KPU Kota Tanjungpinang, Zulkifli Riawan kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Berkurangnya dukungan paslon perseorangan, KPU tidak bisa menyatakan paslon tersebut lolos atau tidak lolos maju di pilkada 27 Juni 2018. Sebab, masih ada tahapan yang akan dilalui paslon perseorangan tersebut.

Baca Juga :  Panwaslu Minta ASN Netral di Pilwako

Berdasarkan PKPU Nomor 15 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Walikota dan Wakil Walikota di pasal 11, intinya, asalkan nama yang tertera di KK dan KTP SIAK sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di pemilu sebelumnya, tidak ada masalah dukungan KK.

”Kalau tidak, berarti berkurang dukungan paslon perseorangan tersebut. Ini yang akan dicek kembali. Apa benar si A itu telah memberikan dukungan dan mereka masuk dalam DPT pemilu sebelumnya,” ucap Zulkifli.

Selanjutnya, KPU akan menyampaikan syarat dukungan paslon perseorangan tersebut ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kantor KPU Kota Tanjungpinang di Batu 8 Atas Tanjungpinang, mulai hari ini, Sabtu (9/12) hingga Senin (11/12).

Supaya masing-masing PPS se-Kota Tanjungpinang melakukan verifikasi faktual dokumen dukungan milik paslon perseorangan tersebut. Verifikasi yang dilakukan oleh PPS terhitung mulai Selasa (12/12) sampai dengan Senin (25/12) mendatang. Saat verifikasi vaktual, anggota PPS akan menghampiri rumah warga secara door to door (pintu ke pintu).

Baca Juga :  M Afriandy Divonis Hakim 10 Bulan Percobaan

Seperti memastikan kebenaran kepada pemberi dukungan paslon perseorangan.

Apabila ditemukan tidak memberikan dukungan kepada Edy Saprani dan Edi Susanto sebagai paslon perseorangan, maka PPS yang didampingi oleh KPU dan Panwaslu Kota Tanjungpinang, berhak mencoret, meskipun namanya telah dilampirkan dari dokumen dukungan paslon perseorangan tersebut. ”Jadi berkurang dukungannya,” terang dia.

Setelah selesai, PPS akan menyerahkan berkas verifikasi faktul dukungan paslon perseorangan dari lapangan pada 25 Desember 2017. Karena pada 26 Desember 2017, PPK akan melakukan rekapitulasi dokumen dukungan paslon yang sudah dilakukan PPS dari lapangan.

Baca Juga :  PKB Pilih Maksimalkan Tatap Muka

Berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan, rekapitulasi dokumen dukungan paslon perseorangan berakhir pada 28 Desember 2017. Karena pada 29 Desember 2017, KPU akan lakukan rekapitulasi dokumen dukungan paslon perseorangan hingga berakhir 31 Desember 2017.

”Baru hari itu juga (31 Desember 2017, red), kita (KPU, red) bisa memutuskan dan menetapkan berkas dukungan Edy Saprani dan Edi Susanto memenuhi persyaratan atau tidak. Intinya, paslon perseorangan harus mengantongi dukungan sebanyak 14.621 jiwa. Di bawah 14.621, maka tidak bisa ditetapkan untuk maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang melalui jalur perseorangan,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here