Berkas Pemerasan Sekwan DPRD Kepri Sudah di Kejari

0
53
Rizky Rahmatullah

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menerima pelimpahan perkara dugaan pemerasan oleh oknum wartawan Ilham Rokan (48) dan Alfian (49) kepada Benito staf Sekretariat (Sekwan) DPRD Provinsi Kepri.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah mengatakan, kita telah menerima pelimpahan berkas tahap II beserta dengan tersangka dalam perkara pemerasan staf sekwan DPRD Kepri.

”Barang bukti dan tersangka sudah kita terima, tersangka juga sudah ditahan,” katanya Rabu (10/4).

Lanjutnya, modusnya dengan menerbitkan berita dugaan korupsi di Sekwan kemudian di teruskan dengan adanya permintaan uang sebesar Rp300 juta, namun hanya diberikan Rp20 juta.

”Korbannya itu staf sekwan DPRD Provinsi Kepri,” sebutnya.

Rizky menjelaskan, keduanya dijerat dengan pasal 368 ayat 1 Jo pasal 55 KUHP pasal 64 atau subsider pasal 369. Selain itu barang bukti dalam perkara ini handphone, uang Rp20 juta, kartu pers dan sepeda motor.

”Segera mungkin kita siapkan surat dakwaan dan kita limpahkan kepengadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang mengamankan dua orang tersangka pemerasan terhadap sekwan DPRD Kepri. Kejadian berawal pada bulan Juli Tahun 2018 tersangka mendatangi ruangan Benito di kantor Sekretariat DPRD Kepri. Mereka mendatangi Benito dengan kapasitas untuk memberitahukan bahwa ada kecurangan yang terjadi di kantornya. Dengan membawa beberapa dokumen yang berisikan kecurangan penyelewengan anggaran di DPRD Kepri.

Benito meminta waktu melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya. Pada bulan Juli 2018 Benito akhirnya memberikan uang sebesar Rp10 juta kepada Ilham Rokan disalah satu tempat karaoke di Kota Tanjungpinang. Tidak puas dengan uang yang telah didapat, selanjutnya tersangka kembali menghubungi salah satu staf Benito untuk meminta uang sebesar Rp50 Juta agar diberikan kepadanya. Setelah itu mengambil uang tersebut dan berjanji tidak akan membuat berita yang menjatuhkan dikantor tempatnya bekerja.

Merasa terusik dengan pemberitaan tersebut, Benito pada hari Selasa (15/1) menghubungi Alfian dan Ilham Rokan agar menarik berita miring tentang kantor tempatnya bekerja. Ilham dan Alfian meminta kembali uang sebesar Rp80 Juta jika ingin menarik berita tersebut. Benito hanya menyanggupi Rp20 juta, namun kedua pelaku menolak jumlah tersebut dan disepakati Rp50 juta. Namun akhirnya Benito menyanggupi basment CK Hotel. Disaat transaksi itu polisi menangkap Alfian Ilham Rokan. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here