Berkas Tipikor Christopher Belum Masuk ke Pengadilan

0
716
Terpidana: Terpidana Cristopher saat digiring pihak Kejati Kepri ke Rutan Tanjungpinang beberapa waktu lalu. f-reymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang hingga kini belum menerima berkas perkara terpidana Christopher O Dewabrata dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Padahal, beberapa waktu lalu, pengadilan telah menyidangkan perkaranya secara in absentia. Waktu persidangan berlangsung Christopher tidak hadir karena menjalani persidangan kasus lain di PN Bengkulu beberapa waktu lalu.

Humas PN Tipikor Tanjungpinang Santonius Tambunan mengatakan, perkara Christopher sebagaimana putusan yang sebelumnya telah dijatuhkan oleh majelis hakim Tipikor pemeriksaan terhadap Christopher secara in absentia tidak dapat diterima dan mengembalikan berkas perkara Nomor 31 kepada jaksa penuntut umum. Dia menuturkan, sampai saat ini Pengadilan negeri Tanjungpinang belum menerima pengajuan berkas perkara dari Kejati Kepri.

Baca Juga :  Lagi, Tersangka Narkoba Diciduk

”Kita berikan waktu ke jaksa untuk menyiapkan berkas perkara dengan sebaik mungkin dan selengkapnya,” ujar Santonius di PN Tipikor Tanjungpinang, Jumat (6/10).

Dia menuturkan, pada prinsipnya PN Tipikor Tanjungpinang siap untuk menerima dan menyelesaikan perkara tersebut. Untuk saat ini, kata dia, pengadilan masih menunggu dari pihak kejaksaan terkait perkara Christopher. Santonius belum mengetahui apakah pihak kejaksaan melengkapi berkas perkaranya, atau apakah diajukan lagi ke pengadilan untuk diproses kembali.

”Mudah-mudahan perkaranya diajukan segeralah tahun ini. Pengadilan siap dan menerima untuk menyelesaikan perkara (Christopher),” tuturnya.

Sebelumnya, Kejati Kepri akhirnya menahan tersangka Christoper O Dewabrata dalam kasus korupsi proyek Tanggul Uruk Teluk Radang Kabupaten Karimun, di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Selasa (3/10) siang. Christopher diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp3,2 miliar anggaran tahun 2014 yang didanai APBD Kepri.

Baca Juga :  Nurjannah Septari Bertugas Membawa Baki

Asisten Tindak Pidana Korupsi (Aspidsus) Kejati Kepri Ferry Tass mengatakan, setelah melewati proses panjang, Christopher akhirnya bisa dijemput paksa oleh penyidik ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bengkulu. Dia menuturkan, di PN Tipikor Bengkulu tersangka menjalani proses persidangan kasus korupsi lainnya.

”(Christopher) Akhirnya bisa kita jemput bs dari Bengkulu untuk melanjutkan proses persidangan di PN Tipikor Tanjungpinang,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, proses persidangan tersangka sempat tertunda karena Christopher menjadi DPO dan diadili secara in absentia. Namun, setelah tersangka berhasil ditangkap Jakarta Barat langsung dibawa ke Bengkulu untuk penyidikan kasus Tipikor diduga telah merugikan negara sebesar Rp 3,7 miliar berdasarkan hasil audit BPKP Bengkulu, yang mana total anggaran dalam proyek tersebut senilai Rp 9 miliar.

Baca Juga :  Rawan Kejahatan, Lantamal IV Gencar Patroli

”Setelah persidangannya selesai dengan putusan yang telah inkracht, makanya kita (penyidik) berinisiatif untuk menjemput tersangka ke Bengkulu untuk dilanjutkan persidangan kasus korupsi proyek Tanggul Uruk,” ujarnya.(ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here