Berkembanglah Seperti Singapura

0
730
LALU LINTAS: Kapal Tanker yang sedang melintas di kawasan Natuna yang menjadikan daerah tersebut miliki potensi kelautan yang unggul. F-ADLY BARA HANANI/TANJUNGPINANG POS

MBS.PL BaTAM yg begelar Pl Gudang itu sejak dikembangkan Bpk Habibie setahap demi setahap telah maju terutama dlm Biro Jasa Bongkar Muat Pelabuhan Laut dan Udara Hang Nadin. Dlm segi income pemasukan pajak import eksport (ekonomi) barang2 dan jasa bongkar muat, kita boleh belajar ke negara Singapura yg kuat ekonominya. Berkembanglah seperti negara tetangga. Dia buat jelas aturan/peraturan bea masuk impor/ekspor yg diterapkan kpd konsumen yg dtg ke ngr Singa itu.

Kita pemerintah pusat sq daerah (menperidag, pajak, dirjen Bea Cukai,dll) masih rancu aturan/peraturannya. Seperti pemasukkan kendaraan roda empat/dua bebas selama ini bea masuk. Akibatnya Batam jadi gudang besi tua dan kendaraan layak pakai tidak bisa dibawa keluar Batam. Termasuk bea barang2 lain tak akurat data dan aturannya seperti biro jasa pelabuhan. Supaya tbh maju kasih murah/mudah segala pungutan/aturan dari Singapura, Insya Allah makin ramailah Btm.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Kepri sebagai daerah kepulauan dihubungkan transportasi laut antara kabupaten/kota yang satu dengan lainnya termasuk ke pulau-pulau. Saat ini, ada 22 pelabuhan penumpang di Kepri yang terdata di Dinas Perhubungan Pemprov Kepri yang melayani penumpang setiap hari. Pelabuhan itu di luar pelabuhan kecil lainnya yang digunakan masyarakat untuk sandar sampan, pancung maupun pompong antar daerah di satu kabupaten/kota.

Baca Juga :  Berikan Kami Pekerjaaan

Misalnya, Pelabuhan Penyengat, Pelabuhan Pelantar I-Kampung Bugis dan lainnya. Jumlah pelabuhan seperti ini di Kepri bisa sampai di Kepri. 22 pelabuhan ini cukup sibuk saat arus mudik dan balik lebaran lalu. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, arus mudik dan balik paling sibuk di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dengan total penumpang 185.294 orang terdiri dari, kedatangan 65.609 orang dan keberangkatan 119.685 orang. Posisi kedua ditempati Pelabuhan Telagapunggur Batam dengan total penumpang 113.352 orang terdiri dari 54.162 orang kedatanagn dan 59.190 orang keberangkatan.

Pelabuhan tersibuk ketiga di Kepri adalah Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang dengan total 109.981 orang terdiri dari kedatangan 51.473 orang dan berangkat 58.508 orang. Kemudian, pelabuhan tersibuk keempat adalah Pelabuhan Domestik Sekupang dengan total penumpang arus mudik 102.206 orang terdiri dari arus kedatangan 44.424 dan keberangkatan 58.460 orang. Di posisi kelima adalah, Pelabuhan Roro Tanjunguban, Bintan dengan total penumpang arus balik dan mudik sekitar 49.410 orang terdiri dari kedatangan 22.029 orang dan bekerangkatan 27.381 orang.

Pelabuhan tersibuk keenam adalah Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Kabupaten Karimun dengan total penumpang 42.518 orang terdiri dari kedatangan 17.629 orang dan keberangkatan 24.889 orang. Pelabuhan, tersibuk ke tujuh di Kepri saat arus mudik dan balik lebaran 2017 lalu adalah, Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Wilayah Kerja (wilker) Sekupang dengan total 30.201 orang terdiri dari kedatangan 14.513 orang dan keberangkatan 15.688 orang.

Baca Juga :  Jalan Rusak Membahayakan

Yang tersibuk ke delapan adalah Pelabuhan Harbour Bay Jodoh Batam dengan total 22.290 orang terdiri dari kedatangan 10.172 orang dan keberangkatan 12.118 orang. Yang kesembilan adalah, Pelabuhan Tanjunguban Bintan dengan total 21.232 orang terdiri dari kedatangan 10.780 orang dan keberangkatan 10.452 orang.

Sedangkan pelabuhan tersibuk kesepuluh di Kepri yang melayani penumpang arus mudik di Kepri adalah Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Wilayah Kepri Moro dengan total 20.971 orang terdiri dari kedatangan 3.634 orang dan keberangkatan 17.337 orang.

Khusus untuk jasa labuh dan bongkar muat kapal di kepri ada tiga Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Kepri yang ditetapkan mengelola lego jangkar itu. Namun, mereka hanya mengelola jasa labuh dan bongkar muat kapal saja.
Ketiga tiga BUP yang mengelola lego jangkar tersebut adalah, BUP milik Pemprov Kepri yakni PT Pelabuhan Kepri, BUP Badan Pengusahaan (BP) Batam dan BUP Karimun. Sebelum mengelola lego jangkar, tiga BUP melakukan MoU dengan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri di PIH Batam, Selasa (25/7).

Baca Juga :  Sesuaikan Mata pelajaran Anak

Ketiga BUP ini sudah punya izin. Karena itulah ketiga-tiganya digandeng. Secara hukum kewenangan itu sudah di atur dalam pasal 9 ayat 3 UU Nomor 30 tahun 2014 tentang Administasi Pemerintahan. Ketiga BUP ini hanya mengelola ruang laut, tanker area sebagai pemanfaatan wilayah labuh sepanjang 12 mil sesuai kewenangan provinsi di pasal 27 UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kewenangan provinsi di 12 mil laut itu di luar minyak dan gas bumi. Pelindo, INS Batam dan para agen serta Dishub Kota Batam bisa saja nanti jadi agen pencari kapal yang akan lego jangkar di area labuh jangkar. Namun untuk pengelolaan tetap di tangan tiga BUP tersebut. Saat ini, Pulau Tolop, Pulau Nipah dan perairan Karimun masih dikelola Kemenhub. Kita hanya menuntut dua, jasa labuh dan jasa bongkar muat. Itu hanya 30 persen. Dua itu jasa bongkar dan labuh kapal. (mas/ais)

Jamhur Ismail
Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri,

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here