Berkendaraan Nyaman Melalui Tertib Berlalulintas

0
361
Djodi Ari Andika

Oleh: Djodi Ari Andika
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Di berbagai kota selalu saja ada orang yang melanggar lalu lintas. Hal sesuai dengan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang termasuk tinggi di Negara ASEAN. Kecelakaan di Indonesia disebebkan oleh beberapa hal yakni yang paling utama berkendara sambil telepon dan SMS, serta makan dan minum ketika berkendara.

Masih banyak orang memikirkan kepentingan individu saat berkendara, sehingga mereka menggunakan transportasi dan sara transportasi tanpa memikirkan orang lain atau kepentingan umum. Dan dari hal tersebut timbul ketidaktertiban lalu lintas dan hal ini dilakukan oleh pengendara yang tidak megetahui aturan dan disiplin lalu lintas serta pengendara yang menganggap tidak pentingnya aturan-aturan terseut dengan alasang kepentinga mendesak.

Telah ada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang disepanjang jalan,baik jalan raya, jalan kelas satu, jalan kelas dua,maupun jalan kelas tiga. Namun apakah kita pernah sadar dengan fasilitas yang sudah mempermudah kita dan justru akaan merugikan kita sendiri serta orang lain apabila tidak mentaati.

Menurut Soejono Soekanto dalam bukunya yang berjudul Pokok-Pokok Sosiologi Hukum disampaikan bahwa, salah satu hal yang herus diketahui demi terwujudnya efektivitas hukum dalam masyarakat ialah kepatuhan dan kesadaran hukum dari masyarakat. Untuk menciptakan kepatuhan berlalu linta bukan hal yang mudah.

Kepatuhan disini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat tetapi ditujukan juga pada kelompok yang menertibkan lalu lintas. Fenomena yang terjadi saat ini adalah hukum dapat dibayar oleh uang. Seperti kasus oknum polisi lalu lintas yang menerima uang sogokan dari orang-orang yang melanggar lalu lintas agar masalah ia dapat selesai dengan mudah. Tentunya disini oknum yang menerima sogokan juga dapat disebut orang yang tidak patuh terhadap hukum.

Yang paling sering ditemukan adalah pengendara yang tidak menggumakan helm. Dari sudut pandang manapun memakai helm adalah hal yang penting. Meskipun helm adalah hal yang sangat sepele, namun jika tidak memakai helm tentunya akan berdampak besar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Hampir 50% pengendara tidak menggunakan helm standar, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh polisi. Penggunaan helm sama halnya dengan penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara dan penumpang mobil.

Kurangnya kesadaran berlalu lintasa yang masih rendah serta kurangnya sarana prasarana pendukung yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Sarana tersebut adalah kurangnya angkutan umum yang masih sedikit, sehingga jumlah pengendara motor semakin meningkat. Dan mayoritas kecelakaan lalu lintas adalah pengendara motor.

Semakin meningkatnya angka kecelakaan tetntuanya akan meresahkan masyarakat, terutama bagi penjalan kaki ataupun masyrakat sekitarnya. Diperlukannya pengawasa lebih oleh pihak kepolisian agar dapat menkan angka pelanggar lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan. Hal yang harus dilakukan mungkin seperti membuat pos polisi pada jalan-jalan yang selalu ramai ataupun padat arusnya.

Tidak hanya mengandalkan polisi untuk menekan angka pelanggar lalu lintas. Pastinya peran masyarakat juga dibutuhkan untuk mengingatkan kembali ataupun memberi pemahan kepada orang yang sering melanggar lalu lintas. Serta melibatkan pihak sekolah untuk mengajarkan kepada siswa siswi sekolah tersebut mengenai tertib lalu lintas agar terciptanya suasana aman tanpa kecelakaan. Dari lingkungan media sosial juga dapat ikut serta untuk mengingatkan serta menyadarkan para pelanggar lalu lintas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here