Berlomba Mengerjakan Kebaikan

0
1762
Muhammad Idris DM.

Oleh: M Idris DM.
Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH dan Dosen di berbagai Perguruan Tinggi lain

Makna kalimat Fastabiqul Khairaat dalam al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 148, secara harfiah memiliki makna berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena memang manusia diperintahkan untuk berlomba dalam berbuat kebaikan atau kebajikan terhadap Khaliq (Pencipta), terhadap manusia, terhadap makhluk lainnya dahkan terdap alam sekitarnya.

Jadi apabila ada orang lain berbuat baik kepada siapa pun , maka kita harus berbuat lebih baik kepada siapapun, tanpa harus melukai orang lain dan merugikan orang lain atau bahkan bukankan memaafkan yang orang lain kita dapat dianggap lebih baik dari orang tersebut.akna kalimat Fastabiqul Khairaat dalam al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 148, secara harfiah memiliki makna berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena memang manusia diperintahkan untuk berlomba dalam berbuat kebaikan atau kebajikan terhadap Khaliq (Pencipta), terhadap manusia, terhadap makhluk lainnya dahkan terdap alam sekitarnya. Jadi apabila ada orang lain berbuat baik kepada siapa pun , maka kita harus berbuat lebih baik kepada siapapun, tanpa harus melukai orang lain dan merugikan orang lain atau bahkan bukankan memaafkan yang orang lain kita dapat dianggap lebih baik dari orang tersebut.

Dalam Islam, istilah fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) ini mengacu  pada firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al Maidah ayat 2, yang artinya : “… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan / pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.” (AQS. Al Maidah/5 ayat 2) Oleh karena itu berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan, Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Al-Hadiid ayat 21, yang artinya “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”  (AQS. Al-Hadiid/57 : 21)Siang dan malam, malam dan siang silih berganti, begitulah dunia ini senatisa berputar dengan cepat, oleh karena itu hendaknya setiap orang senantiasa berlomba dalam kebaikan agar mereka berjalan lebih dahulu, sebab siapa cepat ia dapat, demikian juga sebaliknya siapa lambat atau lalai dalam berbuat baik, tentu ia terkebelakang bahkan gagal dan tidak berhasil.Begitulah hukum yang berlaku di dalam alam ini. Allah SWT memerintahkan agar senantiasa mengerjakan kebaikan dalam hidup dan kehidupan ini dalam artian senantiasa berbuat baik amal shaleh, untuk meperoleh kesalamatan di dunia dan keselamatan di akhirat tempat yang kekal abadi.Kita diperintahkan untuk mempergunakan waktu yang ada, memperunakan sisa-sisa umur dengan sebaik-baiknya,  waktu jangan dibiarkan berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah atau amal shaleh, karena orang yang tidak mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya itu termauk orang-orang yang merugi, rugi di dunia lebih-lebih di akhirat. Sebab hidup di dunia ini hanya sementara saja, untuk itu perlu kita berlomba lomba untuk berbuat baik.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Ssurah Al-Baqarah ayat 148, yang artinya : ”Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (AQS. Al-Baqarah/2:148)FirmanNya yang lain, dalam Surah Ali Imran  ayat 133, yang artinya: ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang lusnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang yang bertaqwa.” (AQS. Ali Imran/3 : 133). Kedua ayat terebut memberikan sulusi kepada kita untuk segera mengerjan perbuatan  biak sebelum banyak yang menghalangi. Karena masing-masing orang atau golongan mempunyai tujuan tersendiri, berusaha dan bekerja untuk mencapai tujuan, dengan segala usaha serta kemampuan yang ada padanya.Bagi orang mempunyai tujuan yang baik ia bekerja dengan cepat, berlomba dalam mengerjakan perbuatan baik, mengerjakan amal shaleh, perkerjaan yang menguntungkan bagi dirinya, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara, dengan semboyan mengatakan “siapa cepat dia mendapat”.

Orang yang beriman hendaknya jangan ketinggalan, tidak terkebelakang dalam berlomba untuk mencapai kemajuan dalam usaha, baik usaha untuk kepentingan hidup di dunia maupun untuk kepentingan hidup di hari kemudian yang kekal abadi.Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk bekerja dengan capat, berlomba untuk memperoleh kebaikan, juga untuk memperoleh ampunan-Nya serta memperoleh kesenangan yakni syurga yang teah disediakan untuk orang-orang mematuhi perintah-Nya.Umat Islam diperintahkan untuk bekrja supaya bekerja dengan cepat dengan hasil yang baik, tidak boleh lengah dan lalai, karena siapa yang lambat atau lalai akan menderita kerugian dan kehilangan kesempatan.Karena mungkin saja besok atau lusa, kita mengalami ganguang dan rintangan yang datang menghalangi untuk berbuat baik, akibatnya segala rencana tidak dapat berjalan dengan baik, atau gagal sama sekali.

Rasulullah SAW telah memperingatkan kepada kita dalam Sabdanya yang artinya: ”Segeralah kamu bekerja, sebelum datang tujuh peritiwa atau perkara, karena yang kamu nantikan hanyalah: 1)kemiskinan yang menyebabkan kamu lupa; 2)kekayaan  yang menyebakan kamu durhaka; 3)penyakit yang membinasakan; 4)umur tua yang menyebabkan lemah berfikir; 5)Mati yang mengantarkan keliang kubur,; 6)Dajjal (penipu besar) dan itulah yang seburuk-buruk yang dianti: 7)Saat kiamat dan saat itulah lebih hebat dan lebih pahit.” (Hadits Riwayat Tirmizi).

Jadi hendaknya segerah mengerjakan sesuatu yang berguna, tidak menunggu-nunggu waktu karena waktu akan ditelan oleh masa, jangan sampai pekerjan kita itu akan dihalangi oleh tuju masa atau keadaan itu sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya itu.Rasulullah saw senantiasa memerintahkan keapada umatnya agar senantiasa berbuat baik dengan mempergunakan kesempatan jangan dibiarkan waktu itu berlalu begitu saja.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: ”Pergukananlah lima kesempatan sebelum datang yang lima pula; 1)pergunakan hidupmu sebelum datang matimu (ajalmu); 2)sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; 3) waktu senggamu sebelum datang waktu sibukmu. 4)watu mudamu sebelun datang waktu tuamu dan 5)waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu. (Hadits Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas).Mari.. Fastabiqul Khairat… (berlomba lomba dalam kebaikan), demikian… semoga berkah dan bermanfaat dan menjadi amal jariyah ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here