Bersama ICMI Menuju Masyarakat Intelektual & Berwawasan Kosmopolitan

0
283
Dian Fadillah,S.Sos

Oleh: Dian Fadillah,S.Sos
Ketua Pembina Minat dan Bakat ICMI orda Kota Tanjungpinang

ICMI yang merupakan kepanjangan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia yaitu organisasi masyarakat cendekiawan muslim di Indonesia tercinta yang terbentuk pada 7 Desember 1990 dalam sebuah pertemuan kaum cendekiawan muslim di Malang pada 6-8 Desember 1990 dan menghasilkan keputusan menobatkan Prof. Dr. Ing. B.J Habibie sebagai ketua ICMI pertama dan saat ini periode 2015-2020 dipimpin oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H dalam Muktamar VI dan Milad ICMI ke-25 pada 13 Desember 2015 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sebagai suatu organisasi, keberadaan ICMI bukankah sekedar sejarah belaka. Akan tetapi, erat hubungannya dengan perkembangan global dan regional dalam dan luar negeri Indonesia terutama menjelang akhir dekade 1980-an dan awal dekade 1990-an dengan berakhirnya perang dingin dan konflik ideologi. Seiring dengan perkembangan zaman dan semangat kebangkitan Islam di belahan dunia timur ditandai dengan tampilnya Islam sebagai ideologi peradaban dunia dan kekuatan altenatif bagi perkembangan peradaban dan perabadan dunia. Kebangkitan Islam ini menjadi momok masalah yang serius bagi pihak lain karena hegemoni akan merasa terancam.

Hal-hal yang diproyeksikan sebagai konflik antar peradaban lahir dari perasaan Barat yang subjektif terhadap Islam sebagai kekuatan peradaban dunia yang sedang bangkit kembali sehingga mengancam dominasi peradaban Barat. Harus kita sadari bahwa kebangkitan umat Islam sangat dimotorik oleh adanya Intelectual Booming di kalangan kelas menengah (Kaum santri) di Indonesia. Program dan kebijakan Orde Baru secara langsung ataupun tidak telah melahirkan generasi baru terpelajar, modern, berwawasan kosmopolitan, berbudaya kelas menengah, serta mendapat tempat pada institusi-institusi modern yang dapat masuk ke jajaran birokrasi pemerintahan yang didominasi oleh kaum abangan dan non muslim sehingga berpengaruh terhadap produk-produk kebijakan pemerintah.

Dengan kondisi yang lebih baik maka pada tahun 80-an mitos bahwa umat Islam Indonesia merupakan mayoritas tetapi secara teknikal minoritas runtuh dengan sendirinya. Sementara itu, pendidikan berbangsa dan bernegara yang diterima kaum santri di luar dan di dalam kampus telah memposisikan diri secara mental dan intelektual. Lahirlah “critical mass” yang responsif terhadap dinamika dan proses pembangunan yang sedang dijalankan dan juga telah memperkuat tradisi inteletual melalui pergumulan ide dan gagasan yang diekpresikan secara forum seminar maupun tulisan di media cetak dan buku-buku yang akhirnya terjadi perkembangan dan perubahan iklim politik yang kondusif dengan tumbuhnya saling pengertian antara umat Islam dengan komponen bangsa lainnya (termasuk dalam birokrasi).

Kelompok kelompok yang selama ini memperlihatkan ego dan kesibukan kelompoknya sehingga menimbulkan polarisasi kepemimpinan di kalangan umat Islam sehingga perjuangan secara parsial sesuai dengan aliran dan profesi yang dianut masing-masing. Komitmen demi komitmen sebagai landasan berdirinya ICMI merupakan ungkapan syukur semua umat Islam dengan mampu melahirkan sarjana dan cendekiawan yang teenager Ketokohan cendekiawan muslim dapat diterima seluruh umat dengan grade dan reputasi nasional dan internasional sehingga dapat dijadikan Unibraw wahana keilmuan. Halangan hambatan tentunya dilalui demi terwujudnya organisasi yang solit dan tidak ikut ikutan berpoltik ria dalam konteks kekinian organisasi yang harus diwaspadai sehingga keberadaannya harus berspektif ke depan dalam barometer organisasi yang mandiri (bukan underground pihak manapun juga).

Seiring perkembangan zaman yang semakin tak terarah dan edan kita perlu banyak membuka buku dan belajar tentang makna hidup dan kehidupan kepada siapapun juga tanpa melupakan Alqur’an dan Sunnah Rasul. Harapan kita semua bahwa kelahiran ICMI dengan ORWIL dan ORDA nya diseluruh Provinsi di Indonesia dapat dijadikan lembaran baru dalam sejarah perkembangan umat Islam di era Orde Baru. Implementasi di lapangan bahwasanya keberadaan ICMI tidak hanya memperhatikan umat Islam semata tapi berkomitmen memperbaiki nasib seluruh bangsa Indonesia sebagai tugas utama yang mulia dunia dan akhirat. Selamat untuk Pelantikan yang dilakukan ICMI Orwil Kepulauan Riau Ir. H. Mustofa Wijaya, MM kepada Pengurus ICMI Orda RDA Kota Tanjungpinang yang dipimpin oleh Drs. H. M. Juramadi Esram, SH, MT, MH Periode 2016-2021 pada 21 Oktober 2017. Semoga kepengurusan yang dibentuk dapat bekerja dengan niat yang baik sesuai dengan motto “ICMI untuk Negeri”. Bersama ICMI menuju masyarakat Intelektual dan Berwawasan Kosmopolitan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here