Bersihkan Sampah Berserak Meski Tanpa Digaji

0
435
Junaidi sedang menyapu sampah yang dibuang masyarakat di kawasan bak kontainer. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Meski usia memasuki masa senja, namun tak menghalangi niat Junaidi melakukan aktivitas menyapu jalan di daerah Jalan Adi Sucipto, Batu 10 Tanjungpinang.

Ini dilakukan setiap hari, yang mengaku tak di gaji pemerintah. Sehabis salat Subuh, pria (59) langsung membersihkan sampah yang berserakan di sekitar bak kontainer sampah berada di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batu 10 Tanjungpinang.

”Kalau tak dibersihkan tadi pagi, banyak kantong plastik yang berserakan di sekitar bak sampah. Jadi, saya bersihkan sampah itu langsung masukkan ke bak sampah. Ya, biar terlihat bersih,” kata Junaidi kepada Tanjungpinang Pos, Senin (22/1).

Warga Kampung Sidomulyo mengaku, melakukan atas kemauannya sendiri.

”Bersih-bersih sambil beramal. Tuhan sudah mengatur rezeki kita,” ucap dia sambil matanya menatap bak sampah kontainer berada di tepi jalan protokol Tanjungpinang.

Selain membersihkan sampah di sekitar bak sampah kontainer, pria ini menyapu daun kering hingga kantong plastik yang berserakan di sekitar pinggiran pagar TPU Batu 10 Tanjungpinang.

”Alhamdulillah, sudah tidak ada lagi sampah yang berserakan di sekitar makam ini,” ucap syukurnya.

Ia tidak terlalu berharap besar yang sudah dijanjikan oleh pegawai Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang. ”Katanya saya mau diberikan gaji. Alhamdulillah, sampai sekarang saya belum terima. Tak apa, bersih-bersih sambil beramal. Karena niat saya dari awal memang mau membersihkan sampah di sekitar makam ini,” terang dia.

Ia berharap, pemerintah dapat memenuhi janji, memberikan gaji. Untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor dan makan serta minum dari hasil mengumpulkan botol plastik dan kardus bekas yang dibuang oleh masyarakat. Terkadang kardus bekas yang dikumpulkan bisa mencapai sekitar dua hingga tiga kilo.

”Lumayan terkadang dapat Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Uang itulah saya gunakan untuk beli makanan,” tuturnya singkat. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here