Besok, Nenas Diekspor ke Singapura

0
112
KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Karimun M Affan ketika meninjau kebun buah Nenas di Kecamatan Kundur Karimun, belum lama ini. F-ALRION/tanjungpinang pos

Sabtu (20/10), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun akan melakukan ekspor perdana buah Nenas dan komoditi lainnya ke Singapura dari Tanjungbatu, Kundur, Karimun. Persiapan ekspor perdana tersebut telah dipersiapkan sejak beberapa minggu lalu.

KARIMUN – ”Setelah melakukan persiapan yang matang, dan pengurusan dokumen ekspor komoditas lainnya. Sabtu (20/10) hari ini, kita akan melakukan ekspor perdana Nenas ke Singapura. Sebagaimana keinginan selama ini, yang sudah lama sangat diharapkan,” kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun, Affan.

Nenas dan Pisang tidak kurang dari 20 ton yang akan di ekspor, dan ini menjadi awal yang baik bagi petani dan pengembangan komoditi buah Nenas ke depan.

Petani telah berkomitmen, untuk mendukung kebutuhan ekspor setiap minggu.

Di tempat berbeda, Ketua Komisi II DPRD Karimun Yusuf Sirat mengapresiasi ekspor perdana Nenas dan Pisang ke Singapura.

Menurutnya, ini menjadi perdana ekspor setelah ujicoba beberapa tahun silam. ”Semoga petani dan pemerintah saling bersinergi mendorong ekspor Nenas dan Pisang. Tanpa sinergi, kegiatan tidak akan terlaksana dengan baik. Instasi pemerintah lainnya agar mendukung, sehingga berjalan lancar,” kata Yusuf Sirat, penuh harap.

Instansi vertikal ikut membina, di bidang tata tertib administrasi ekspor. Kemudian dinas terkait memberikan masukan sehingga kualitas, dan kuantitas nenas asal Kundur dapat tetap terjaga dengan baik.

Sebelumnya, Affan mengatakan ekspor ini adalah tindak lanjut program kerja lumbung pangan dari Pemerintah.

Pemerintah bekerja sama dengan petani, dalam rangka peningkatan taraf ekonomi masyarakat petani di Kundur. Pada perencanaannya, akan ada 20 ton buah Nenas pada ekspor perdana.

”Banyaknya tahapan yang harus dipersiapkan, membuat ekspor perdana tidak dapat dilaksanakan bertepatan pada hari ulang tahun Karimun,” terang Affan.

Lahan tanaman buah Nenas di Kundur saat ini, telah dikelola seluas 118 hektare. Namun, belum dimaksimalkan dan direncanakan setelah panen langsung di ekspor.

Selain pasar untuk Singapura, juga membidik pasar lokal seperti Karimun dan Batam. Jika semua sudah jalan sesuai rencana, petani akan meminta bantuan dana atau pengadaan bibit unggul dan penyuluh.

Untuk mensukseskan ekspor buah Nenas tersebut, ia selalu pulang pergi ke Kundur untuk melihat progres tanaman Nenas dan memberikan semangat kepada petani Nenas.

Tujuannya, agar lebih serius dan terus belajar bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan hasilnya sesuai dengan permintaan pasar.

Kelak, cara bertanam buah Nenas akan dilakukan dengan bertahap. Sehingga, mampu memenuhi permintaan pengiriman sekali dalam dua minggu sebanyak 20 ton. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here