Besok, Vihara 1000 Patung Diresmikan Gubernur Kepri

0
1022
VIHARA: Bobby Jayanto, pembina Yayasan Ling Shan Jin Yu Si, bersama dengan para turis mancanegera berfoto bersama di salah satu patung di Vihara Ksitigarbha. Bodhisattva Bodhisattva f-istimewa

TANJUNGPINANG – Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau banyak orang menyebutnya, Vihara 1000 Patung Budha yang berlokasi di KM 13 arah Kijang, Tanjungpinang, besok Jumat (10/2) pukul 09.00 diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun, didampingi Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah dan Ketua Pembina Yayasan Ling Shan Jin Yu Si, Bobby Jayanto.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dibangun pada tahun 2004 ini menyimpan pesona yang luar biasa. Investasinya mencapai Rp 20 miliar. Lamanya pembangunan vihara ini selesai, karena murni dana pembangunan dari para donatur.

Vihara ini terdapat patung 500 wajah yang dapat dikatakan karya terbaik seni pahat. Ditambah 48 patung lainnya.

Bahkan Vihara ini merupakan vihara terbesar di Asia Tenggarang. Karena, masyarakat melihat banyak patung, maka mereka menyebutnya patung 1000.

Patung-patung itu dibuat cukup tinggi dan besar, ukurannya melebihi tubuh orang dewasa, dan menariknya, ekspresi wajah patung-patung tersebut berbeda antara satu patung dengan yang lain, sangat mirip seperti wajah manusia aslinya.

Tinggi rata-rata patung itu 1,8 meter, yang tertinggi dua meter, dan yang terpendek 1,7 meter. Dalam sejarah, patung lohan ini adalam merupakan dewa-dewi Buddha yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Setelah diresmikan pak Gubernur maka lokasi ini dibuka untuk umum,” kata Bobby.

Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang ini, menjelaskan, patung-patung tersebut konon didatangkan langsung dari negeri Tiongkok, dan menurut cerita 1000 patung tersebut dikerjakan oleh para gadis yang masih perawan.

Di dalam lokasi Vihara ini ada taman-taman kecil yang di dalamnya ada minatur kuil. Di depannya, ada patung besar, tingginya mencapai 5 meter.

”Saat Imlek kemarin, setiap hari vihara ini dikunjungi lebih dari 2000 pengujung. Bahkan hari-har libur seperti Sabtu dan Minggu, dikunjungi lebih dari 1000 pengunjung,” tegasnya.

Vihara ini berjarak 14 Km dari pusat Kota Tanjungpinang. Vihara ini bisa dicapai dengan kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi roda empat sekitar 20 menit.

Kalau menggunakan angkutan umum seperti angkot tidak bisa mencapai ke lokasi vihara, karena jalur angkutan umum tidak ada ke sana meski jalannya sudah beraspal.

Bobby Jayanto, berharap agar vihara ini jadi destinasi wisata unggulan di Kepri dan Kota Tanjungpinang. Vihara ini juga pernah dikunjungi Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan beberapa duta besar Indonesia, saat mengikuti kegiatan Festival Bahari di Tanjungpinang tahun lalu.

Vihara ini terbuka untuk umum jadi tidak hanya umat Buddha saja yang dapat berkunjung tetapi siapa saja dapat berkunjung dan melihat keunikan vihara dengan jadwal kunjung setiap harinya pukul 08.00-17.00.

”Kita harapkan turis Tiongkok yang datang dari Tiongkok langsung ke Tanjungpinang melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, baiknya diajak ke vihara ini,” tegasnya.

Sekilas dilihat dari luar, ketika hendak memasuki gerbang, terkesan seakan sedang berada di negeri Tiongkok.

Bagaimana tidak, komponen gerbang yang berbahan batu seperti yang terdapat pada Tembok Cina dan ukuran tingginya yang setara dengan rumah tiga lantai membuat penampakan yang terlihat bernuansa khas tradisional Tiongkok. Keunikanya viharanya juga cukup cantik.

”Kita harapkan pemerintah terus mempromosikan vihara ini sebagai destinasi unggulan agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here