BI Kampanyekan GPN di Pinang

0
256
PENJABAT Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza memperlihatkan kartu pembayaran non tunai di pelabuhan SBP. f-raymom/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – BANK Indonesia (BI) dan perbankan di Tanjungpinang mengampanyekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), dan semarak non tunai kepada masyarakat, di gedung gonggong taman Laman Boenda, Tanjungpinang, Minggu (29/7). Penukaran kartu berlogo GPN ini merupakan bagian dari kampanye secara serentak di 17 titik nusantara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kegitaan penukaran kartu mulai 30 Juli sampai dengan 3 Agustus, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menukakan kartu ATM/debet bank, yang dimiliki menjadi kartu berlogo GPN. Selain dilakukan penukaran kartu dan sosialisasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan kegiatan seni dan hiburan.

”Kita menjadi daerah yang pertama untuk launching kartu GPN,” katanya.

Gusti Raizal menyebutkan, pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak lanjut dari peluncuran bersama kartu berlogo GPN, di Jakarta. Tujuannya, untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN. Sesuai dengan tema GPN pemersatu transaksi pembayaran nasional.

Dengan adanya GPN, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk bertranskasi. Dan infrastruktur pemrosesan pembayan (EDC) dapat disebar lebih merata. Tidak hanya di kota besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan data. Karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik (ATM bersama, Prima, Alto dan link).

”Bahkan masyarakat juga dapat menikmati biaya adminstrasi yang lebih murah. Karena seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dan bank, tidak dikenakan biaya lisensi logo,” sebutnya.

Lanjutnya, pada periode yang sama, di Tanjungpinang ini juga akan dilakukan semarak Non Tunai yang merupakan bagian dari gerakan nasionan non tunai (GNTT). Ini merupakan kebijakan yang mendukung strategi nasional keuangan inklusif (SNKI) yang dirancang oleh pemerintah. GNNT dirancang oleh BI dan pemerintah sejak 14 Agustus 2014 lalu, untuk mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran dan instrument non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran.

”Koordinasi dalam rangka GNNT dilakukan dengan pemerintah provinsi, pemerintah kota, kementerian dan lembaga-lembaga terkait maupun pelaku indusri. Melalui GNNT diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain praktis, akses lebih luas, tansparansi transaksi, efisiensi rupiah dan perencanaan ekonomi yang lebih akurat,” jelasnya.

Direksi SDM dan Umum Perlindo, Hamied Wijaya menyebutkan, non tunai di pelabuhan Sribintan pura (SBP) merupakan yang pertama di Indonesia.

”Berjalan dengan waktu kita sudah mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Pasar ini terbuka bebas, dalam satu hari minimal 2.500 penumpang menggunakan pelabuhan SBP baik yang bertujuan Batam dan antar pulau,” tambahnya.

”Kami mohon dukungan dan dengan koordinasi ini penggunaan non tunai di pelabuhan SBP sudah berjalan,” tuturnya.

PJ Walikota Tanjungpinang Raja Ariza menuturkan, kami apresiasi kepada BI dan Perlindo yang sudah ikut membangun Tanjungpinang. Tanjungpinang ini merupakan pusat ekonomi, itu terbukti masih banyak masyarakat dari antar pulau yang berbelanja ke Tanjungpinang.

Lanjutnya, ia mewancanakan kawasan gonggong ini akan digerakkan menjadi non tunai seperti melayu square dan anjung cahaya. Sehingga ini memberikan kemajuan pada Tanjungpinang.

”Sekarang pedagang di bawah BUMD sudah menggunakan non tunai. Nantinya, kita gerakkan agar masyarakat juga ikut menggunakan non tunai di kasawan gedung gonggong,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here