BI Nilai BP Bisa Bantu Dongkrak Pariwisata

0
329
Peserta Tour de Barelang yang pesertanya mayoritas dari luar negeri saat memacu sepeda menuju arah Pulau Galang, beberapa waktu lalu. f-dokuen/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengaku tetap menjalankan program pariwisata, baik pengembangan destinasi atau agenda kegiatan menarik wisman, walau Biro Parawisata belum ada. BP Batam diingatkan menjalankan fungsi dalam mendatangkan wisman masuk Batam dan Indonesia, seperti amanat UU tentang FTZ.

Komitmen itu diungkapkan Kepala BP Batam, Lukita, Sabtu (3/3) di Batam. Pihaknya diakui tidak bisa menunggu Biro Parawisata dibentuk dulu, baru menjalankan agenda parawisata. Mereka diakui, harus membantu mendatangkan wisman lebih banyak ke Batam.

”Makanya kita tidak bisa menunggu. Kita tetap bisa melakukan even baik dengan atau tanpa Biro Parawisata,” tegas Lukita.

Secara khusus diakui, BP belum membahas Biro Parawisata BP Batam, dengan Men PAN RB, Asman Abnur, walau sebelumnya sudah diajukan ke Dewan Kawasan (DK). ”Belum sempat membahas detail dengan Menpan. Tapi kami tetap berjalan sesuai program yang kita siapkan,” jelasnya.

Karena amanat UU, diakui jika BP Batam bertugas untuk mendatangkan wisatawan, maka mereka menjalankannya. “Tanpa harus mengatakan biro parawisata atau namanya lain, sesuai misi BP Batam, maka fungsi tetap kita jalankan. Tapi kita tidak hanya bicara kegiatan parawisata,” tegas Lukita.

Di luar kegiatan parawisata, BP Batam diakui juga sedang mencari investor untuk pengembangan Tanjungpinggir, Kamp Vietnam. Selain itu, juga untuk mengembangkan destinasi parawisata dekat Jembatan Barelang.

”Tapi namanya investasi, mereka mengkaji dulu, sehingga mendapat pendanaan dari perbankan. Semoga cepat kita bangkit. Kalau di Bali, sistem sudah jalan. Kita di Batam baru mulai bangkit menuju lebih baik,” imbuhnya.

Kegiatan parawisata yang digelar BP Batam, disambut Kepala BP Batam, Gusti Raisal Eka Putra. Dia mengajak semua pihak untuk mendukung. ”BP Batam sudah membuat rencana event wisata. Mari kita dukung dan jalankan itu. Kalau wancana itu jalan, saya yakin kita akan tumbuh lebih baik, bahkan pertumbuhan ekonomi Kepri lebih tinggi dari prediksi 3,1 persen,” imbau Gusti.

Gusti mengatakan, pertumbuhan kunjungan wisman 2017 sebanyak 8,08 persen (yoy), belum bisa mendongkrak perumbuhan ekonomi Kepri di sektor perdagangan. ”Peningkatan wisman belum bisa mendongkrak perdagangn kita. Wisman yang masuk ke Batam diharapkan bisa long stay lebih lama (menginap),” ujar Gusti.

Demikian, banyaknya kegiatan awal tahun 2018 dari pemerintah pusat di Batam, bisa mendongkrak perekonomian. Kegiatan dimaksud, diantaranya yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB), Kementrian Dalam Negeri dan Rakornas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

”Makin banyak event dan kegiatan akan berdampak pertumbuhan perekonomi di Kepri. Diharapkan kedepan banyaknya event yang digelar Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota. Karena akan menumbuhkan rasa optimisme para pengusaha,” imbuhnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here