BI Siapkan Rp6 Triliun untuk Lebaran

0
564
F-NET

Layani Penukaran Uang Baru 

BATAM – Bank Indonesia (BI) Kepri menyiapkan dana tunai sekitar Rp 6 triliun untuk kebutuhan Lebaran nanti. Nilai itu sama dengan yang disiapkan pada Idul Fitri tahun lalu sebesar Rp 6,2 triliun dan termanfaatkan hanya sekitar Rp 2,8 triliun saja.

BI Kepri juga melayani penukaran uang baru menjelang Lebaran tahun ini. Kepala Bank Indonesia cabang Provinsi Kepri Gusti Raiza Eka Putra, mengatakan, dana itu disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Diperkirakan dana itu cukup untuk memenuhi kebutuhan ke depan. Dana sekitar Rp 6 triliun diperkirakan cukup saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

”Kita melakukan kerja sama dengan beberapa bank untuk melayani penukaran uang pecahan. Kita siapkan dana sekitar Rp 6 miliar,” kata Gusti, Selasa (6/6) di Batam. Pecahan uang yang disiapkan mulai Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu dan Rp 1.000. Sementara untuk uang baru, tersedia mulai pecahan Rp 100 ribu.

Penukaran uang baru ini disiapkan tahun ini setelah sebelumnya BI mengeluarkan lembaran uang baru. Saat ini, peredaran uang baru di Kepri masih terbatas. ”Kita siapkan uang pecahan baru. Kita menyiapkan dan melayani penukaran uang baru,” sambung Gusti.

Diakui Gusti, nantinya mereka akan memasang spanduk di bank-bank yang bekerjasama dengan BI untuk penukaran uang pecahan jelang Lebaran. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan terbantu dalam mendapatkan uang pecahan, khususnya uang baru yang dibutuhkan untuk Idul Fitri nanti.

”Penukaran uangnya gratis, tidak dipungut biaya apapun,” ungkapnya.
Selain penukaran uang untuk mendapat pecahan baru, BI juga melayani penukaran uang lusuh dengan yang baru. Sehingga saat Idul Fitri, masyarakat bisa membelanjakan uang baru.

”Kita antisipasi kebutuhan masyarakat atas uang pecahan. Biasanya, saat Ramadan dan Lebaran, perputaran naik 20 sampai 30 persen,” beber Gusti.

Diungkapkan Gusti, untuk transaksi perbankan, pihaknya ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sehingga ke depan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam transaksi tunai dan non tunai.

”Kita ingin masyarakat nyaman dalam transaksi keuangan. Sehingga kita bekerjasama dengan aparat kepolisian,” imbuhnya. Tahun lalu, penukaran uang pecahan hanya sekitar Rp 2,1 triliun. Nilai penukaran pecahan itu di bawah perkiraan atau estimasi sekitar Rp 2,8 triliun. Hal itu terjadi karena peningkatan transkasi non tunai.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here