Biasanya Muncul Setelah Tiga Hari

0
898
CARI KORBAN : Tim Basarnas menepi ke pantai usai melakukan pencarian korban tenggelam, Selasa (25/4). f-istimewa

Pemancing Tenggelam di Laut ‘Keramat’ Pucung 

Tiga hari tenggelam di laut yang keramat Kampung Pulau Pucung, Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, jasad korban Rio (25) belum ditemukan hingga berita ini dituliskan, Selasa (25/4) sore.

BINTAN – PADAHAL, pencarian korban sudah diperkuat orang-orang pintar yang paham soal tempat itu dari penghuni makhluk halus. Namun belum ditemukan.

Bahkan, para nelayan serta tim Basarnas sudah berkali-kali melakukan pencarian di dalam air. Hasilnya tetap belum ada.

Korban merupakan pemancing, seorang warga Kampung Sido Mulyo Tanjungpinang. Ia terjatuh dan tenggelam di laut itu, Minggu (23/4) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kabar tenggelam pemancing tersebut sontak membuat aparatur desa dan tim Basarnas langsung turun ke lokasi untuk mencari korban. Meski hanya berada 1 mil dari bibir pantai, namun hingga kemarin tubuh korban belum juga ditemui.

Peristiwa tenggelamnya pemancing atau nelayan ini bukan kali pertama di MalangRapat. Beberapa bulan lalu ada juga seorang pemancing tenggelam di laut tersebut.

Anehnya pencarian tubuh korban kerap ditemukan setelah dibantu oleh orang pintar yang mengerti akan sejarah dan berbagai macam hal berkaitan dengan laut tersebut.

Jono (27), seorang warga sekitar mengatakan, peristiwa tenggelam di sepanjang Pantai Trikora termasuk Malang Rapat, tidak lepas dari kisah-kisah mistis. Mulai dari penjaga laut hingga berbagai macam sebutan penunggu laut kerap terdengar dari mulut warga sekitar.

Diterangkan Jono, seperti peristiwa tenggelam beberapa bulan lalu. Tubuh korban ditemukan setelah pihak keluarga meminta bantuan orang pintar. Kemudian setelah melakukan ritual, tubuh korban mengapung dan ditemukan tim Basarnas.

”Kalau cerita tentang orang pintar itu benar adanya. Namun jika ingin meminta bantuannya, tidak sembarangan orang dapat memintanya. Orang pintar ini hanya menerima permintaan bantuan dari keluarga korban. Aneh tapi nyata, setelah itu ditemukan tubuh korban,” sebutnya.

Bukan satu atau dua kali saja, tetapi dari tahun ke tahun, katanya, peristiwa tenggelam warga di laut Malang Rapat kerap membiaskan berbagai cerita di luar akal logika. Namun hal tersebut patut menjadi pertimbangan pihak-pihak yang membutuhkan bantuan.

”Yang ini juga beredar berita, kalau tidak hari ini mungkin besok akan ditemukan, itu informasi lah yang beredar,” ucapnya.

Sementara itu, Yusran Munir, Kepala Desa Malang Rapat yang diwawancarai mengatakan jika hingga Selasa (25/4), tubuh korban belum ditemukan. Korban yang tenggelam sekitar 1 mil dari bibir pantai tersebut belum ada tanda-tanda jejaknya.

”Tadi Basarnas dan polisi sudah melakukan pencaharian, termasuk juga nelayan pun kami arahkan untuk mencari korban,” katanya, Selasa (25/4).

Dikatakannya, kondisi laut yang berubah-ubah karena cuaca memang cukup menyulitkan pencarian korban. Saat ditanya mengenai hal-hal mistis di wilayahnya, Yusran juga tidak menampik hal tersebut.

Namun yang terpenting saat ini adalah melakukan upaya pencaharian terhadap tubuh korban.

Pihak nelayan Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang turut serta mencari Rio (25), pemancing warga Tanjungpinang yang dikabarkan tenggelam saat memancing di wilayah perairan desa tersebut, Minggu (23/4) lalu.

Yusran Munir, Kepala Desa Malang Rapat yang diwawancarai mengatakan jika hingga Selasa (25/4), tubuh korban belum ditemukan.

Dikatakannya, kondisi laut yang berubah-ubah karena cuaca memang cukup menyulitkan pencaharian korban.

Sebagaimana diketahui, Rio warga Kampung Sido Mulyo Tanjungpinang terjatuh dari perahu saat memancing bersama rekannya di Perairan Kampung Pulau Pucung, Desa Malang Rapat.

Pihak desa mendapatkan informasi setelah beberapa jam terjadi peristiwa tersebut dan bersama pihak Basarnas langsung turun menyisir lokasi. Namun hingga saat ini belum ditemukan tubuh korban.(YUSFREYENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here