Biaya Bangun Kepri Rp 405 Triliun

0
868
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun mendengar presentasi dari pihak konsorsium yang tertarik membangun 7 proyek strategis di Kepri saat pertemuan di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Kamis (8/3).f-istimewa/humas pemprov kepri

Investor dan Konsorsium Tertarik Bangun 7 Proyek Strategis

Investor Amerika Serikat, Cina dan Eropa tertarik membangun 7 proyek strategis di Kepri yang sudah disetujui Presiden RI, Joko Widodo. Para investor tersebut merupakan mitra pengusaha nasional yang tergabung di Konsorsium Kepri Development Raya.

DOMPAK – KONSORSIUM ini dipimpin Hadi Pranoto, salah satu pengusaha sukses nasional. Hadi juga memotori pengusaha nasional lainnya bergabung. Kamis (6/3), pihak konsorsium datang ke Tanjungpinang dan menggelar jumpa pers. Kepada para wartawan, Jasuha Simanjuntak sebagai juru bicara konsorsium mengatakan, ketertarikan mereka ingin membangun 7 proyek strategis di Kepri.

Bahkan, hal ini sudah disampaikan Hadi Pranoto kepada Presiden RI Joko Widodo. Kepada Presiden, Hadi Pranoto mengungkapkan bahwa dua perusahaan besar dari Cina dan Amerika Serikat sangat serius atas proyek-proyek strategis di Kepri ini.

Kepada Hadi Pranoto, Presiden memberi dukungan penuh dan berpesan agar segera membuat komitmen dengan pihak investor lokal maupun luar negeri agar dapat merealisasikan proyek tersebut. Sehingga dapat menambah lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional. Pihak konsorsium menilai, proyek-proyek tersebut sangat strategis mengingat letak geografis Kepri yang bersentuhan langsung dengan perairan dan pelayaran internasional terpadat di dunia. Mengangkut dan mendistribusikan produk maupun komoditas hasil perkebunan dan pertanian secara lokal, maupun internasional.

Baca Juga :  Perbatasan Rawan Jadi Pintu Penyelundupan Narkoba

Jasuha Simanjuntak mengatakan, pihaknya telah selesai mempresentasikan tentang kesiapan konsorsium ini dengan dukungan mitra investor Amerika Serikat, Cina dan Eropa. Investasi yang mereka presentasikan adalah, proyek Jembatan Batam-Bintan (Babin), Pelabuhan Kontainer dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjungsauh, Moderenisasi Pelabuhan Batuampar Batam, Pengembangan dan Moderenisasi Bandara Hang Nadim Batam, termasuk Light Rapid Transport (LRT) di Batam.

”Konsorsium juga akan melakukan investasi di bidang energi (power plant) dengan kapasitas 5.000 MW dengan menggunakan teknologi Clean Energy yang diproduksi oleh Pratt And Whitney Power System (PWPS) Amerika Serikat. Khusus untuk investasi energi tersebut difasilitasi oleh Mr Walter Kamisnki,” jelasnya.

Konsorsium juga akan membangun pusat storage dan distribusi bahan bakar minyak dan gas untuk kebutuhan pembangun listrik maupun kebutuhan penyedian bahan bakar untuk kapal-kapal yang melintasi perairan Kepri.

Mereka memperkirakan, nilai investasi proyek-proyek tersebut sekitar US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar atau sekitar Rp 270 triliun hingga Rp 405 triliun yang akan dilakukan secara bertahap.

”Kami sudah mendapatkan clearance in principal untuk proyek tersebut dari pihak investor yang mana akan kami tindaklanjuti secara detail setelah mendapat izin prinsip dan detail proyek-proyek yang digagas oleh pak gubernur ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Tim Saber Targetkan Kepri Zero Pungli

Ia mengaku, saat pertemuan dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, gubernur para prinsipnya sangat mendukung untuk proyek investasi tersebut dan akan segera memproses dan menindaklanjuti permohonan mereka dalampenerbitan izin prinsip termasuk detail proyek.

”Pak Gubernur juga berpesan kepada tim kami agar turut aktif menurus dan mengawal Kepres/Perpress yang sedang berproses pada kementerian maupun instansi terkait di daerah dan pusat,” bebernya.

Realisasinya Harus Dipercepat
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menginginkan percepatan-percepatan realisasi sejumlah proyek strategis yang sudah disetujui Presiden RI Joko Widodo. Percepatan tersebut akan semakin memicu dan memacu perekonomian Kepri yang akan mendukung perekonomian nasional.

”Kita pasti bisa dengan bersama-sama dan saling mendukung. Lepaskan ego sektoral untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Nurdin saat Pertemuan dengan Tim Percepatan Investasi Strategis di Provinsi Kepulauan Riau di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (8/3).

Nurdin menyampaikan desain Jembatan Batam Bintan sudah ada. Regulasi yang mendukung terus dikomunikasikan sehingga tidak ada hambatan dan muncul permasalahan di kemudian hari. Nurdin sendiri sudah road show di sejumlah kementerian menindaklanjuti percepatan realisasi proyek-proyek tersebut. Bahkan OPD terkait diminta ikut mengkomunikasikan ke Kementerian/Lembaga.

Nurdin mengilustrasikan krisis dan perlambatan ekonomi karena berbagai faktor seperti minyak dan dolar yang meninggi. Namun, investasi-investasi yang masuk mampu membangkitkan kembali ekonomi di negeri ini. ”Kita harus bergerak cepat untuk membangkitkan lagi ekonomi,” kata Nurdin.

Baca Juga :  Danrem Ingatkan Prajurit agar Tak Ikut jadi Timses

Menurut Nurdin, Pemprov Kepri dan investor sudah siap meluncurkan proyek tersebut. Kini tinggal skema dan mekanisme yang sedang di Kepri. Seperti Tanjungsauh, menurut Nurdin akan memicu banyak aktivitas perindustrian. Juga ikut menopang kepariwisataan.

Pada kesempatan itu, Team Leader Percepatan Percepatan Investasi dan Pembangunan Strategis di Provinsi Kepri Hadi Pranoto yakin sejumlah proyek bisa mulai dikerjakan pada April ini. Menurut Hadi semua pihak harus bersinergi agar kegiatan ini segera terealisasi sesuai dengan mimpi masyarakat Kepri.

”Presiden berharap cepat terlaksana. Kami dari tim sudah siap bergerak. Tinggal persoalan teknis dan itu bisa teralisasi. Bulan depan kalau bisa peletakan batu pertama,” kata Hadi.

Menurut Hadi, akan ada investasi besar secara bertahap hingga 30 miliar dolar Amerika. Investor dari Cina dan Amerika serta Eropa sudah berkomitmen mastikan terlibat dalam sejumlah proyek strategis yang akan dibangun di Kepri.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here