Biaya Jahit Seragam Kemahalan

0
269
SISWA SMPN 1 Tanjungpinang masih mengenakan seragam SD karena seragam SMP belum dibeli, tahun lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Dewan Minta Penjahit Rumahan Transparan

Orangtua siswa diminta jangan salah mengartikan pendidikan gratis untuk SD dan SMP negeri. Bukan berarti semua digratiskan. Biaya yang mahal adalah seragam sekolah.

TANJUNGPINANG – PEMERINTAH hanya menggratiskan uang SPP khusus sekolah negeri. Karena itulah, tidak ada lagi istilah uang komite. Orangtua murid tetap harus merogoh kocek dalam-dalam bagi anaknya yang ingin masuk sekolah tahun ajaran 2018/2019. Untuk yang mendaftar ke sekolah negeri, biayanya gratis. Namun, tidak dengan biaya seragam.

Dias warga Kijang Kencana Batu 10, salah satu pelajar yang mendaftar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang Timur mengaku, tidak dipungut biaya masuk.

Namun sebagai pelajar yang kurang mampu, Dias bersama orang tuanya harus memikirkan biaya seragam yang dipatok pihak Panitia Peserta Didik Baru (PPDB) berkisar Rp1 juta bahkan ada juga yang sampai Rp3 juta.

”Katanya untuk buat seragam, baju kurung dan atribut lainnya. Tapi bukan bayar ke pihak sekolah, melainkan langsung ditransfer ke penjahit rumahan,” terangnya, kemarin.

Tak hanya Dias, calon pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Tanjungpinang Edo mengaku bahwa dirinya juga harus membayar secara langsung biaya seragam sebesar Rp3,5 juta untuk biaya pembuatan seragam sekolah.

Salah satu anggota DPRD Kepri, Daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang Rudi Chua menceritakan, dirinya sudah menerima laporan tentang biaya jutaan rupiah tersebut dari beberapa orangtua murid.

Menurut Rudi, persoalan pungutan biaya seragam yang cukup tinggi ini sangat memberatkan orangtua murid yang kurang mampu. Rudi Chua mengatakan, orangtua murid yang datang dan melaporkan kepada dirinya terhadap hal itu ada yang menangis bahkan sampai mengaku sudah meminjam ke perbankkan untuk biaya anak mereka sekolah. ”Karena biaya seragam itu tak bisa ditoleransi. Katanya, harus selesai pada saat pendaftaran. Kasihan,” ucap Rudi.

Rudi menyampaikan, biaya jutaan rupiah itu memang sesuai permintaan pihak sekolah yang diminta penjahit rumahan. ”Biaya itu variasi dari Rp1 juta bahkan untuk sekolah menengah atas ada yang sampai Rp3 jutaan,” terang Rudi menceritakan.

Ke depan, Rudi berharap kepada pemerintah, harus benar-benar memberikan solusi konkrit kepada masyarakat terkait masalah pendidikan di Kepri saat ini. Rudi mengaku pihaknya juga sudah melakukan survei ke penjahit rumahan yang ditunjuk pihak sekolah. Namun saat tiba di penjahit rumahan tersebut, seperti ada yang tidak transparan terkait biaya seragam ini.

”Pihak penjahit rumahan itu hanya menceritakan mereka ditunjuk langsung pihak sekolah. Dan ini sudah seperti proyek dadakan,” terang Rudi ketus.

Pantauan Tanjungpinang Pos di pasar dan sejumlah supermarket, orangtua sudah ramai yang belanja buku tulis, sepatu, tas, kaos kaki dan alat tulis menjelang masuk sekolah.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here