Biaya Kampanye Maksimal Rp 6,016 Miliar

0
612
KPU menggelar rapat penetapan batasan dana Kampanye pasangan calon Wako Tanjungpinang maksimal Rp 6,16 miliar digunakan untuk kampanye. F-istimewa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang menetapkan batasan dana kampanye pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota (Cawako-Cawawako) Tanjungpinang sebesar Rp 6,016 miliar.

TANJUNGPINANG – Batasan dana kampanye tersebut disepakati kedua pasangan calon dan disaksikan Panwaslu Tanjungpinang pada rapat koordinasi yang digelar, Sabtu (24/2) di Kantor KPU Tanjungpinang di Batu 8.

Menurut Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, pembatasan dana kampanye sesuai dengan Peraturan KPU No.5 Tahun 2017 tentang Dana Kampanye yang mengamanatkan pasangan calon harus dibatasi penggunaan dana kampanye selama pelaksanaan kampanye.

”Kedua paslon baik nomor urut satu dan nomor urut dua setelah mereka melakukan penghitungan kegiatan selama kampanye 128, hari mulai 15 Februari hingga 23 Juni maksimal menggunakan dana kampanye sebesar Rp 6,016 miliar. Tidak boleh melebihi batasan tersebut,” kata Robby, kemarin.

Baca Juga :  Belum Ada Parpol yang Daftar Jadi Peserta

Dana kampanye tersebut dapat digunakan untuk biaya rapat umum satu kali, dialog terbuka, rapat terbatas, jasa konsultan politik, biaya percetakan baliho, spanduk, umbul-umbul, stiker, brosur, selebaran, pamplet, poster, dan biaya asesoris lainnya seperti gelas, kaos, ikat kepala, dan lain lain.

Karena menjelang habis masa kampanye, Kantor Akuntan Publik akan melakukan audit dana kampanye calon yang dilaporkan kepada KPU. Untuk itu seluruh penerimaan dan pengeluaran dana kampanye harus dicatat melalui pembukuan yang tertib admintrasi.

Dan seluruh bukti pemesanan alat peraga kampanye dan bahan kampanye harus disampaikan kepada KPU sebagai alat kontrol agar calon mencetak alat peraga tidak melebihi jumlah yang sudah ditetapkan.

Baca Juga :  Rabu, KPU Kota Mulai Lipat Surat Suara

”Dengan adanya batasan ini calon sudah bisa mengira ngira jumlah pertemuan yang dilaksanakan oleh calon wali kota di tengah masyarakat Tanjungpinang,” jelasnya.

Robby menambahkan, dana kampanye masuk ke rekening pasangan calon yang sudah dilaporkan ke KPU. Apabila dana yang masuk melebihi batasan biaya kampanye, bukan berarti pasangan calon bisa mengantonginya.

”Karena sisa dana bantuan kampanye itu akan disetorkan ke negara. Pembatasan dana kampanye ini untuk menghindari calon membelanjakan uang yang sangat besar,” tambahnya.

Pasangan calon yang saat ini sedang masa kampanye dan sosialisasi diwajibkan untuk membuat pemberitahuan awal ke KPU Tanjungpinang, Panwaslu Tanjungpinang dan Polres Tanjungpinang.

Baca Juga :  Media Harus Netral di Pemilu

Laporan pemberitahuan itu dilakukan sehari sebelum turun ke lapangan. Hasil dan biaya sosialisasi nanti harus dilaporkan juga untuk mengetahui kemana saja anggaran kampanye itu dipergunakan.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here