Biaya Kuliah Picu Kenaikan Inflasi di Setiap September

0
518
Gusti Raizal Eka Putra

BATAM – Provinsi Kepri mencatatkan inflasi September 2017 sebesar 0,50 persen (mtm) atau 3,78 (yoy). Inflasi itu naik dibanding sebelumnya, pada angka 0,04 persen (mtm) atau 3,60 persen (yoy).

Inflasi September 2017 didorong kenaikan harga sejumlah komoditas volatile food. Menurut Wakil Ketua TPID Kepri yang juga Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, inflasi September lalu, lebih tinggi dibanding rata-rata tahun terakhir, inflasi 0,24 persen (mtm). Hal itu diakui karena komoditas cabai merah, kacang panjang, dan wortel naik.

”Sejalan dengan inflasi volatile food, kelompok inti dan administered prices juga mencatatkan inflasi. Khususnya pada biaya akademi/perguruan tinggi, ayam goreng, dan emas perhiasan,” kata Gusti di Batam, Kamis (5/10).

Baca Juga :  Jumaga Perjuangkan Rumah Duka Warga Batak Tanjungpinang

Kata dia, kelompok inti mencatatkan inflasi 0,47 persen (mtm). Lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,54 persen (mtm). Andil terbesar inflasi bersumber dari kenaikan biaya akademi/perguruan tinggi, ayam goreng dan emas perhiasan.

”Biaya perguruan tinggi mencatatkan inflasi 21,44 persen (mtm). Peningkatan inflasi akademi/perguruan tinggi sejalan dengan dimulainya semester baru bagi mahasiswa terutama di Batam,” sambungnya.

Sementara kenaikan harga emas sejalan dengan meningkatnya harga emas global September 2017. Kelompok komoditas volatile food mencatatkan inflasi 1,18 persen (mtm). Lebih tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,33 persen (mtm). Kenaikan harga terutama dicatatkan komoditas cabai merah, wortel dan kacang panjang.

Baca Juga :  Demokrat Akan Rebut Komisi II dari PKS

”Cabai merah mencatatkan inflasi sebesar 5,99 persen (mtm), wortel mencatatkan inflasi sebesar 27,76 persen (mtm) dan kacang panjang mengalami inflasi sebesar 8,67 persen (mtm),” imbuhnya.

Cabai dan wortel yang diperdagangkan di Kepri, umumnya di datangkan dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Yogyakarta. Perubahan harga di sentra penghasil, biaya logistik dan kelancaran distribusi sangat mempengaruhi fluktuasi harga cabai di Kepri. Sementara harga cabai merah di ketiga daerah itu diakui mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

”Rentang perubahan harga sebesar 2 persen-33 persen. Sementara itu, kenaikan harga kacang panjang lebih karena curah hujan yang mulai tinggi di Kepri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hindari Narkoba, Tes Urine Jadi Agenda Rutin

Memasuki Oktober, inflasi diperkirakan tetap terjaga pada level rendah. Meski demikian, perlu diwaspadai beberapa risiko inflasi ke depan. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here