Biaya Sambung Baru PDAM Capai Rp13 Juta

0
3129
pemasangan PIPA: Pekerja saat memasang pipa SWRO tahun lalu.

PDAM Pilih Kasih di Sambung Baru  

Warga Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang mengeluhkan biaya pemasangan saluran air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri Tanjungpinang. Biayanya mencapai Rp 13 juta.

Tanjungpinang – Hal ini diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko, kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

”Warga mengadu ke kami mahalnya harga pemasangan baru itu menyebabkan warga ada yang mengurungkan niat memasang sambungan baru,” kata dia.

Ia menjelaskan, ada laporan dari warga biaya sambungan baru menghabiskan Rp 13 juta.
Biaya ini untuk infrastruktur pipa dari pipa utama ke pipa kecil yang akan dipasang ke rumah. Warga yang tinggal di Jalan Kwantang, mengeluhkan besar biaya pasang baru tersebut.

”Memang dari pipa utama ke rumah warga yang mengajukan sambung baru, sedikit jauh. Tapi, masih juga biaya-biaya itu dibebankan ke masyarakat,” tegasnya.

Kata dia, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, harus duduk bersama, membahas solusinya.

Baiknya, pasangan pipa kecil ke rumah warga dari pipa induk, tidak ditanggung masyarakat. Atau ada dana subsidi dari pemerintah daerah.

”Kalau pipa dari depan rumah masuk ke dalam rumah, kalau dibebankan masyarakat tak ada masalah,” tegasnya.

Ia juga menemukan bukti dilapangan, PDAM pilih kasih dalam sambung air bersih. Rumah mewah justru diproritaskan. Padahal, sudah banyak warga yang antre untuk mendapatkan sambung baru, tapi hingga saat ini belum teralisasi.

Baca Juga :  Hari Ini, HET Elpiji 3 Kg Jadi Rp18 Ribu

Masyarakat juga dikenakan biaya tambahan seperti biaya pembelian pipa tambahan, tergantung dari jarak lokasi pemasangan sambungan baru.

Sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri tak sanggup mengalirkan air bersih di rumah masyarakat. Ini terbukti dari daftar tunggu dan realisasi yang di miliki PDAM Tirta Kepri, mulai dari sejak tahun 2012 hingga 2017 sedang berlangsung.

Daftar tunggu pelanggan baru di tahun 2012 mencapai 877. Sedangkan, realisasinya hanya 115 sambungan langganan baru. Begitu juga di tahun 2013, daftar tunggu mencapai 677, tapi realisasi hanya 244 sambungan langganan baru.

Kemudian, daftar tunggu di tahun 2014 mencapai 5.399, dan realisasi hanya 364 sambungan langganan baru. Tahun 2015, daftar tunggu hanya mencapai 1.125, dan realisasi hanya 225 sambungan langganan baru.

Kalau tahun 2016, daftar tunggu hanya mencapai 438, dan realisasinya mencapai 540 sambungan langganan baru.

Tahun 2017 ini, daftar tunggu hanya 59, yang realisasi hanya 93 sambungan langganan baru.

”Sisanya, kita terus melakukan pemasangan,” kata Bidang Administrasi dan Humas PDAM Tirta Kepri, Indrayati kepada Tanjungpinang Pos, Senin (13/3) lalu.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik membantah, biaya sambung baru sampai Rp 13 juta. Dan, PDAM Tirta Kepri Tanjungpinang pilih dalam sambung baru.

”Tak benar itu,” tegasnya.

Kata dia, sebelum air bersih mengalir di rumah, masyarakat terlebih dahulu mengajukan permohonan pengajuan pelanggan baru ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri berada.

Baca Juga :  Pemko Untung, Masyarakat Rugi

Di saat pengajuan permohonan, petugas PDAM Tirta Kepri akan menjelaskan kepada calon pelanggan baru terkait penyaluran air bersih ke rumahnya.

Tujuannya, kata Kholik, supaya masyarakat atau calon pelanggan baru mengerti kondisi sebenarnya. Karena ada dua model, agar air bersih yang bersumber dari PDAM mengalir ke rumah pelanggannya.

Pertama, terlebih dahulu petugas PDAM harus mengetahui alamat rumah masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru. Supaya tahu, apakah ada jaringan pipa berada di rumah masyarakat tersebut.

Kalau tidak ada jaringan pipa petugas PDAM akan menawarkan ke masyarakat untuk membuat jaringan pipa tersebut menuju ke rumahnya.

”Karena sementara ini kita tidak ada biaya untuk melakukan jaringan pipa ke pelanggan,” terang dia.

Apa bila mau, lanjut dia, pihak PDAM akan membuat rancangan anggaran belanja (RAB) untuk pembuatan jaringan pipa tersebut.

Setelah selesai, petugas PDAM akan memberikan RAB tersebut ke masyarakat. Supaya masyarakat tahu biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan pembuatan jaringan pipa tersebut.

”Saya ingin transparan kepada masyarakat. Jangankan RAB, kami sarankan masyarakat bayar ke loket yang resmi,” terangnya.

Karena lanjutnya lagi, biaya tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembuatan jaringan pipa tersier. Mulai dari beli pipa hingga pengerjaan.

Karena setiap lokasi rumah masyarakat tidak sama. Ada yang lokasinya alias jalan sudah di semen beton hingga di aspal.

”Ini juga yang perlu kita perhatikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Danpuspenerbal Kunker ke Lanudal Tanjungpinang

Kalau sudah ada saluran pipa tersier, kata dia, masyarakat hanya dikenakan biaya sebesar kurang lebih Rp 1,3 juta.

Biaya tersebut sudah termasuk dari meteran air hingga pemasangan aliran air menuju ke rumah masyarakat tersebut.

Di sela ini, ia sempat menepis kalau pihaknya mengistimewakan antara rumah mewah dengan rumah miskin.

”Ini tidak benar. Kita samakan. Mau itu rumah mewah atau rumah miskin. Hanya saja, kita utamakan pemasangan baru untuk tempat ibadah dan sekolah,” tegasnya.

Yang perlu diketahui oleh masyarakat, katanya, ada dua sumber air bersih yang digunakan PDAM. Pertama, air bersih mengalir dari Sungai Pulai. Kedua, sumber air bersih dari Sungai Gesek.

Sementara, pasokan sumber air bersih dari Sungai Pulai sudah terbatas. Karena hampir sekitar 70 persen pelanggan PDAM mengkonsumsi air bersih dari Sungai Pulai.

Artinya, apabila ada masyarakat yang ingin melakukan pemasangan baru perlu menggunakan nomor antre. Karena sumber air bersihnya dari Sungai Pulai.

”Tetap pakai nomor antre,” tegas dia.

Berbeda dengan air bersih yang berasal dari Sungai Gesek, kata dia, masyarakat tidak perlu menggunakan nomor antre. Karena pasokan air bersih dari Sungai Gesek masih terbilang berlimpah.

”Jadi, masyarakat harus tahu dulu sumber air yang akan dialirkan ke rumahnya,” sebut dia.(Andri-Abas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here