Biaya Seragam Siswa Masih Dibahas

0
568
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, maskur Tilawahyu (kiri) bersama Ashady Selayar saat berkunjung ke SMPN Tanjungpinang dan diterima Wakil Kepsek bidang kesiswaan Ilza Antonius, Rabu (4/7). F-desi/TANJUNGPINANG POS

Biaya seragam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kota Tanjungpinang belum ditentukan.

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu baru mengetahui ini, usai melakukan kunjungan untuk melihat penerimaan siswa baru di SMPN 4 Tanjungpinang, Rabu (4/7) kemarin. Ia bersama Ashady Selayar, anggota DPRD Tanjungpinang juga merupakan alumni sekolah tersebut.

Kedatangan mereka disambut Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Ilza Antonius S.Pd beserta Ketua Koperasi SMPN 4 Tanjungpinang, Arifin Umar di ruang tunggu tamu sekolah tersebut.

Ilza menuturkan, sampai saat ini belum menerima informasi resmi dari Dinas Pendidikan Tanjungpinang terkait biaya seragam sekolah untuk tahun ajaran 2018/2019. Kata dia, penentuannya berdasarkan rapat antar kepala sekolah tingkat SMP se-Kota Tanjungpinang. Pengalaman tahun lalu, seluruh sekolah biaya seragamnya sama.

Dicontohkannya, pada tahun lalu, biaya seragam sekolah senilai Rp 1.120.000 rupiah. Mendapatkan lima segaram sekolah. Diantaranya baju OSIS, baju pramuka, olahraga, baju Kurung Melayu dan Batik.

Baju didapatkan melalui koperasi masing-masing sekolah. Meski demikian, kata dia tidak dipaksanakan seluruh siswa untuk mengambil di koperasi, bagi yang tidak mau juga tidak masalah. ”Jika ingin membeli di luar biasanya tidak masalah,” ujarnya di hadapan anggota DPRD yang terlihat akrab berbincang bersama.

Hal senada disampaikan Arifin Umar yang juga pensiunan guru dari sekolah tersebut, bahwa pengalaman tahun lalu ada juga orangtua yang tak mau mengambil seragam di koperasi. ”Tidak masalah bila ingin membuat sendiri atau membeli di luar, asalkan memiliki seragam yang sama sata proses belajar mengajar berlangsung,” tuturnya.

Terkait hal ini, Maskur juga mengingatkan kepada pihak skeolah, bagi siswa tak mampu diberikan keringanan. Diantaranya bisa dicicil atau bahkan diberikan potongan harga. Sementara itu, Ilza juga ketua PPDB SMPN 4 Tanjungpinang menuturkan, bahwa kuota penerimaan siswa tahun ini berkurang dari sebelumnya 9 rombongan belajar (Rombel) kini menjadi 8 Rombel.

Setiap kelas berisi 32 siswa, ini berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia mengaku, sekolah tersebut sudah menerapkan sejak tahun lalu. ”Jadi daya tampung kita tahun ini 256 siswa. Kini yang sudah mendaftar lebih dari 300 an siswa,” tuturnya.

Kata dia lagi, pemilihan siswa melalui seleksi dengan merangking nilai raport siswa. Sampai saat ini, nilai siswa tertinggi yaitu 93 lebih. Serta yang terendah sekitar 63 lebih. ”Kami akan umumkan nama-nama siswa yang diterima 7 Juli mendatan. Setelah itu, daftar ulang akan dilaksanakan 9-11 Juli,” ucapnya.

Siswa yang diterima mulai aktif mengikuti proses belajar 16 Juli mendatang, serentak dengan kakak kelas lainnya. Maskur menambahkan, banyak menerima aduan terkait penerimaan siswa baru. Khususnya di kawasan Tanjungpinang Timur, karena jumlah sekolah lebih sedikit dari jumlah calon siswa yang mendaftar. ”Kita mau pastikan bahwa tak ada siswa yang tak bisa sekolah karena tidak diterima,” paparnya.

Meskipun diakuinya sejauh ini belum menerima laporan atau kendala. Sebab masih proses pendaftaran, biasanya baru ada riak-riak pada pendaftaran ulang. ”Mari kita kawal bersama untuk kemajuan pendidikan dan kenyamana siswa,” ucap Ashadi lagi. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here