Bikin 1.000 Boneka untuk Penderita Kanker

0
328
HJ Noor Lizah Nurdin Basirun menyampaikan motivasi saat buka puasa bersama warga Lapas Baloi Batam, Sabtu (9/6). f-istimewa/humas pemprov kepri

Mendekam di Penjara, Napi Wanita Tetap Kreatif

Penghuni lebaga pemasyarakatan bukan hanya laki-laki saja. Namun, banyak juga kaum perempuan yang bermasalah dengan hukum hingga harus dipenjarakan.

BATAM – MESKI demikian, para narapidana yang ada di penjara tidak dibiarkan begitu saja. Mereka diberi pelatihan sehingga memiliki keahlian membuka usaha nanti.

Harapannya, setelah mendapat pembinaan di lapas dan setelah keluar nanti, mereka bisa menjalani hidup normal dan membuka usaha atau bekerja serta tidak mengulang kembali perbuatannya yang melawan hukum.

Salah satu keahlian yang diajari untuk napi wanita adalah membuat boneka. Dengan alat seadanya, mereka tetap bisa membuat boneka di kawasan lapas.

Agar napi wanita ini makin semangat bahwa karya mereka ternyata laku, maka Hj Noor Lizah Nurdin Basirun memesan 1.000 pisis boneka dari Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB, Baloi Kota Batam.

Noor Lizah pun menyampaikan terima kasihnya kepada Panitia Boneka Batik Girl dan juga Warga Binaan Lapas Perempuan atas kinerjanya dalam menyelesaikan pembuatan Boneka Batik Girl sebanyak 1.000 pisis. Boneka ini diberikan kepada anak-anak kanker dan disabilitas.

”Semoga kerja keras dan kerja ikhlas ini bisa mendapat ganjaran pahala dan balasan terbaik dari Allah SWT,” kata Noor Lizah saat Buka Puasa Bersama dengan Warga Binaan Perempuan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB, Baloi Kota Batam, Sabtu (9/6).

Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Noor Lizah ke sana. Menurut Noor Lizah, kegiatan pembuatan boneka ini bukan hanya dengan warga binaan lapas perempuan saja akan tetapi dengan anak-anak jalanan sebanyak 100 orang.

Boneka Batik Girl ini bukan hanya dibagikan kepada anak-anak kanker dan disabilitasi di Asean, Australia bahkan sampai ke Mesir. Kepada Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Noor Lizah juga berterima kasih karena sudah berpartisipasi dalam program ini. Apalagi program ini akan terus dilanjutkan.

”Walaupun acara ini sederhana, tetapi tidak mengurangi kebersamaan dan kebahagiaan dalam berbuka puasa,” kata Noor Lizah.

Kepala Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB Batam Mulyani menyambut baik kegiatan ini dan berharap untuk terus diberikan pelatihan kepada warga binaan lapas perempuan. Sehingga begitu selesai menjalani masa penahanan memiliki keterampilan khusus.

”Kepada warga binaan lapas perempuan Batam untuk bisa memanfaatkan momen ini dan ke depannya menjadi insan yang lebih baik lagi agar terhindar dari hukum,” kata Mulyani.

Mulyani memaparkan, jumlah napi perempuan 252 orang. Saat ini sudah diusulkan Remisi Idul Fitri untuk 90 orang warga binaan ke Dirjen PAS.
Selama Ramadan banyak kegiatan yang dilangsungkan di Lapas Perempuan seperti Salat Tarawih berjamaah dan Tadarus.

Ketua Panitia acara ini, Lusia Efriani mengatakam kegiatan Boneka Batik Girl ini juga akan terus berkelanjutan karena hasil workshop memang dipergunakan untuk membantu anak-anak Kanker dan Disabilitas.

Dengan kegiatan workshop ini bisa memberikan keterampilan khusus bagi warga binaan lapas perempuan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here