Bikin Film Motivasi Pendidikan

0
233
SALAH satu adegan film Selembar Mimpi UKM Sinematografi Sitispol Raja Haji yang mengikuti ajang FFMI 2019. f-istimewa

Selembar Mimpi UKM Stisipol Bersaing di FFMI 2019

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang sedang syuting pembuatan film tentang motivasi pendidikan bagi anak yatim piatu.

TANJUNGPINANG – FILM ini mengambil syuting di Pulau Dompak dengan kisah seorang anak yang putus sekolah karena orangtuanya meninggal dunia.

Film ini akan diperlombakan di ajang Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) tahun ini. Ajang ini diikuti puluhan kampus di Indonesia.

Pada tahun 2017 lalu, UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji juga mengikuti ajang yang sama. Pada tahun itu, prestasi terbaik film berjudul ‘Antara Rupiah dan Ringgit’ masuk nominasi 10 besar nasional bersama kampus lainnya dari seluruh Indonesia.

Tahun ini, UKM Sinematografi mengandalkan film berjudul ‘Selembar Mimpi’ yang berdurasi 8 menit. Film tersebut akan bersaing secara nasional dengan karya film dari kampus lainnya dari seluruh Indonesia.

Film berdurasi pendek ini, proses pengambilan gambarnya melibatkan 7 orang pemeran. FFMI merupakan Festival Film yang digelar oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek dikti).

Ketua UKM Sinematigrafi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Dodi Irawan mengatakan, berbekal pengalaman mengikuti ajang FFMI tahun 2017 maka tahun ini tetap semangat mengikutinya. Walaupun tahun 2017 lalu UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji berhenti di 10 besar.

”Tahun ini kami akan mencoba lagi, lewat film yang berjudul ‘Selembar Mimpi’. Prestasi terbaik UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji di ajang FFMI tahun 2017 masuk nominasi 10 besar. Kami optimis, tahun ini bisa lebih baik lagi dari tahun 2017,” kata Dodi kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (25/6).

Dodi menjelaskan, film ‘Selembar Mimpi’ mengisahkan tentang anak pulau yang mengejar cita-citanya yang terhenti setelah ditinggal oleh ibu dan bapaknya.

Lanjutnya, anak tersebut bernama Adit yang keseharian hidup bersama kakaknya. Lantas, sang kakak yang terus memberikan semangat kepadanya agar cita-citanya untuk membangun kampungnya tercapai.

”Jadi, Adit dan kakaknya merupakan anak yatim piatu. Sang kakak terus menyemangati Adit untuk terus mengejar cita-citanya hingga dewasa dan bisa membuktikan selembar gambar yang selalu ia tunjukkan kepada bapaknya semasa hidup menjadi kenyataan,” jelas Dodi.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan FFMI 2019 ini mengangkat tema ‘Indonesia Gemilang’.

Sementara untuk lokasi pengambilan gambar di kawasan Pulau Dompak daerah pesisir. Dodi mengakui bahwa produksi film Selembar Mimpi terhitung mendadak.

Namun, ia beserta tim Sinematografi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang telah mengerahkan segala persiapan yang matang untuk memproduksi film tersebut.

Ketua Stisipol Raja Haji Endri Sanopaka MPM mengatakan, FFMI tentunya menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus kreatif dalam mengembangkan bakatnya khusunya di seni perfilman.

Prestasi pada tahun tahun 2017 lalu, hingga sampai nominasi 10 besar merupakan pencapaian yang membanggakan.

Untuk menjadi juara, Endri mengaku tidak mudah namun hal itu bukan tidak mungkin dicapai.

”Dengan pengalaman dari sebelum-sebelumnya, serta semangat penuh keyakinan mengikuti ajang FFMI tahun ini. Saya doakan karya film UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji kali ini, bisa lebih baik dari nominasi 10 besar nasional,” sebut Endri.

Sekedar mengulang FFMI 2017 lalu, karya film UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Antara Rupiah dan Ringgit menyisihkan 55 film pendek dari 71 film dari 55 perguruan tinggi se-Indonesia yang diterima Kemenristek Dikti melalui Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Selain itu, UKM Sinematografi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang juga pernah mengikuti Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) 2018.

Sekilas sejarah Stisipol Tanjungpinang, nama besar pahlawan kebanggaan Tanah Melayu Riau yakni Raja Haji Fisabilillah, telah membangkitkan semangat anak negeri untuk meneladani nilai-nilai pejuangan beliau dalam wujud pengembangan kualitas SDM melalui pendidikan. Semangat untuk mengembangkan aspek pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya anak Melayu, diaktualisasikan dengan mendirikan Yayasan Raja Haji Fisabilillah oleh tokoh-tokoh masyarakat Kepri tanggal 12 Agustus 1998 dan memperoleh Izin Terdaftar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.133/D/O/1999, tanggal 22 Juli 1999 dan peresmiannya tanggal 8 Agustus 1999.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here