Bikin Kecil Penis Pria, Alamak…

0
652
F-net

Ancaman Baru Virus Zika:  

JAKARTA – Hati-hati. Musim hujan telah tiba. Dan Kepri belum sepenuhnya aman dari intaian virus berbahaya Zika.

Hingga saat ini, kebijakan Travel Advisory yang dikeluarkan banyak negara agar warganya menghindari bepergian ke Singapura, belum dicabut seluruhnya.

Meski tidak lagi dalam skala besar, virus Zika memang masih menghantui Singapura. Untuk beberapa bulan pula lamanya kondisi pariwisata Kepulauan Riau yang sangat bergantung dari pelancong yang transit di negara tetangga itu, terguncang hebat.

Tapi tinggalkan dulu pembicaraan mengenai lesunya dunia pariwisata kita akibat virus Zika itu. Karena berita berikut ini agaknya lebih penting untuk dicemaskan.

Studi terbaru mengungkap, para pria dewasa harus berhati-hati karena virus zika bisa juga membawa efek negatif mengecilkan testis dan penis.

Hal tersebut ditemukan oleh para peneliti dari Yale University ketika melakukan uji coba pada tikus jantan.

Salah satu peneliti Ryuta Uraki mengatakan bahwa setelah 21 hari terinfeksi oleh virus Zika terlihat perbedaan signifikan pada ukuran testis penis tikus yang sakit dan yang tidak.

Tikus yang terinfeksi virus memiliki testis yang lebih kecil daripada tikus sehat.

“Studi ini menunjukkan bahwa virus bisa bereplikasi di dalam testis dan merusaknya. Dampaknya infeksi kemungkinan bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada pria,” kata Ryuta dalam siaran pers yang dikutip dari situs resmi universitas, Selasa (28/2/).

Menurut peneliti temuan tersebut konsisten dengan fakta bahwa virus Zika bisa menginfeksi orang lain lewat jalur kontak seksual. Kenyataannya virus bisa ditemukan ada di cairan mani hingga berbulan-bulan meski sudah tidak lagi ada di dalam darah.

Apakah dampak yang sama juga akan terjadi pada manusia belum bisa dikonfirmasi karena studi baru dilakukan pada tikus. Hanya saja para ahli yakin bahwa virus setidaknya bisa memengaruhi jumlah sperma dan hormon testosteron.

Dengan dampak yang diketahui semakin luas, peneliti menyebut dalam studi bahwa dorongan untuk dibuatnya vaksin Zika akan semakin tinggi. Sayangnya, World Health Organization (WHO) memprediksi vaksin penangkal viru Zika masih akan belum tersedia setidaknya sampai tahun 2020. (mon/int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here