Bikin Pelang Nama Jalan di Desa

0
255
MAHASISWA kelompok KKN Stisipol Raja Haji di Desa Mampok ketika sedang asyik membuat plang nama jalan. f-istimewa

Mahasiswa Stisipol Mengabdi di Anambas

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang membuat pelang nama jalan dan gang di Desa Mampok, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

ANAMBAS – Kegiatan itu merupakan aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Stisipol Rsaja Haji di desa tersebut. Tak hanya nama jalan, namun jarak antar RT 01 hingga RT 08 juga dibuat.

Kerja gotong-royong itu dilakukan, Sabtu (27/7) pekan lalu. Kelompok KKN Desa Mampok berkolaborasi bersama warga setempat dan tim dari Markayam dari Jogjakarta yakni Pono dan Gyaen.

Berbagai warna cat yang telah disediakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan corak warna identik dengan warna pelangi. Sehingga, hasil finishing terlihat indah dan tertata rapi.

Arrahap, salah satu mahasiswa KKN kelompok Desa Mampok menjelaskan, kegiatan tersebut bermula dari pencabutan papan pelang jalan.

Setelah itu, tidak lupa memotret terlebih dahulu agar tidak lupa untuk meletakkan posisi yang semula ketika hendak memasang dengan yang baru.

”Kami sangat senang dengan aktivitas membuat pelang tulisan nama jalan ini. Karena kami bersama-sama masyarakat, dan penuh semangat agar mempercantik jalan dengan warna cat yang warna warni,” ujar Arrahap, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Stisipol, Kamis (1/8) melalui Whatsapp.

Ia menambahkan, kelompoknya bekerja dengan penuh keikhlasan dan terlihat kompak sehingga saling menunjukkan hasil karyanya dalam menuangkan gagasan hasil catnya.

”Tidak terlepas juga dari pantauan Mas Pono dan mas Gyaen untuk mengarahkan, yang mana campuran warna yang harus dikombinasikan,” tambahnya.

Setelah pengecetan selesai, kelompoknya langsung memasang di setiap titik jalan dan gang yang telah ditentukan.

Arrahap dan mahasiswa lainnya berharap, kehadiran mahasiswa KKN Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang dapat menciptakan hal yang baru di desa itu.

Sekaligus meningkatkan solidaritas antar masyarakat, pentingnya penataan wilayah sehingga terlihat asri dan indah.

Hal tersebut merupakan kegiatan dari mahasiswa tepatnya di Desa Mampok Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas yang digagas bersama masyarakat.

Lancarnya akses transportasi udara yang berada di Bandara Letung, yang terletak di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas mempermudah bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Pulau Jemaja dan sekitarnya.

Dengan demikian, masing-masing desa bisa berlomba untuk menunjukkan potensi yang bisa digarap terutama di sektor pariwisata.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, agar terus berusaha mendorong desa-desa di Anambas untuk menjadi desa wisata.

Ke depan, tahun 2020 Pemkab Anambas akan adakan penilaian tentang desa yang memiliki potensi wisata.

Selain itu, desa tersebut akan diberikan penghargaan terhadap desa yang layak.

”Insyaallah, di tahun 2019 ini kita berusaha untuk mendorong setiap desa dijadikan desa sadar wisata. Untuk tahun 2020 nanti, akan ada penilaian bagi desa wisata terbaik dan diberikan award,” kata Masykur, selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Pemkab Kepulauan Anambas ketika dihubungi, baru-baru ini.

Masykur menambahkan, untuk saat ini sejumlah desa yang ada di Anambas mulai terlihat akan hal itu.

Dengan adanya bantuan dari pihak perusahaan Medco Oil, dalam memberikan bantuan kepada sejumlah desa dalam melakukan pembinaan.

Sejauh ini, pihak Medco Oil Company telah mendorong warga untuk mewarnai kampung-kampung untuk jadi kawasan wisata seperti di Desa Belibak, Kecamatan Palmatak dan berlanjut ke Desa Mampok di Kecamatan Jemaja.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here