Bikin Sejarah, Selamat Zizou!

0
317
SKUAT dan pelatih Real Madrid berpesta usai menjuarai Liga Champions musim 2017-2018, di Kiev, Ukraina, Minggu dini hari (f-kanan). Cristiano Ronaldo striker Real Madrid turut mengantar Mohamed Salah keluar lapangan, akibat cedera di babak pertama (f-kiri).

TANJUNGPINANG – REAL Madrid sukses meraih gelar Liga Champions yang ke-13, sekaligus mencatatkan hat-trick. Zinedine Zidane adalah sosok pelatih yang mampu mengantarkan Real Madrid mencapai prestasi itu. Pelatih muslim ini pula yang pertama membikin sejarah, memenangi Liga Champions tiga kali beruntun. Selamat Zizou!

Banyak sejarah dan cerita yang terjadi pada laga final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Minggu (27/5) dini hari lalu. Madrid menang 3-1 atas Liverpool dalam pertandingan ini. Dua gol diciptakan Gareth Bale, satu di antaranya lewat tendangan salto. Dan satu gol lagi lewat kaki Karim Benzema, si pemain muslim dari Real Madrid.

Kemenangan Madrid di pentas ’Raja Eropa’ ini pula Cristiano Ronaldo kembali menambah gelar topskorer. Mohamed Salah pemain muslim yang baru ’naik daun’ cedera. Selain cedera Salah, penampilan kiper Loris Karius membikin Liverpool tak mampu meraih gelar juara, setelah 11 tahun penantian. Aksi Sadio Mane mencetak 1 gol pun tak mampu mengantarkan The Reds juara.

Tapi bagaimana pun, ini merupakan ketiga kalinya secara beruntun bagi Madrid, menjadi juara. Bagi Zinedine Zidane yang biasa disapa Zizou ini, mengalahkan Liverpool di laga final Liga Champions musim 2017-2018, mengantarkannya ke sebuah rekor. Dia adalah pelatih pertama yang sukses memenangi tiga trofi Liga Champions secara berturut-turut.

Pria asal Perancis itu secara otomatis juga mengikuti jejak dua pelatih terdahulu yang memenangi tiga gelar Liga/Piala Champions. Bob Paisley menjadi yang pertama mengukir catatan ini, mengantarkan Liverpool juara pada 1977, 1978, dan 1981. Kemudian, Carlo Ancelotti dua kali juara bersama AC Milan yakni pada 2003 dan 2007, lalu bareng Madrid pada 2014.

Tapi, Zizou tetap menjadi pelatih yang spektakuler, tiga tahun berturut-turut. Di masa ini pula, ia sudah lima kali tampil di final dan memenangi seluruhnya bersama Real Madrid. Tiga kali di Liga Champions, dua kali di Piala Dunia Antarklub.

”Apa yang telah kami lalui adalah luar biasa. Saya tidak dapat mengutarakannya melalui kata-kata. Saya mengatakan kepada para pemain untuk menikmati momen ini. Mereka tidak akan menikmati pengalaman seperti ini lagi pada masa mendatang,” kata Zidane.

”Bisa memenangi Liga Champions tiga kali beruntun bersama klub ini adalah momen yang luar biasa. Kami menjalani musim yang sulit, tetapi bisa mengakhirnya dengan kemenangan ini membuat kami sangat bahagia,” sambungnya.

Blunder
Loris Karius jadi sorotan karena membuat blunder. Tak cuma satu, tapi dua kali. Yang pertama, Karius membuat kesalahan saat hendak menyodorkan bola di area pertahanan sendiri di menit ke-51. Bola yang ia lepaskan tepat mengarahkan kaki Karim Benzema, dan membikin bola masuk ke gawang.

Pada menit ke-83, bola tendangan Bale lolos dari tangkapan Karius dan meluncur ke gawang. Padahal, bola dan posisi Karius dalam kondisi tidak berbahaya. Manajer Liverpool Juergen Klopp menyayangkan kesalahan kipernya itu. Tapi klopp enggan menyalahkan Karius.

Ronaldo Topskorer
Cristiano Ronaldo melengkapi titel Liga Champions dengan sebuah pencapaian pribadi. Ronaldo memang tak mencetak gol dalam pertandingan final melawan Liverpool, di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev.

Tapi koleksi golnya di Liga Champions musim ini (15 gol) tak terkejar lagi oleh pemain-pemain lain. Ronaldo merebut predikat topskorer Liga Champions dalam enam musim terakhir secara beruntun. Secara keseluruhan, pemain asal Portugal itu sudah tujuh kali jadi topskorer. (YUSFREYENDI-NET)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here