Bikin Turis Betah di Lokasi Kebun

0
512
WALI KOTA Batam HM Rudi membeli hasil panen petani Batam, belum lama ini.f-jpnn

Kepala Staf Presiden Minta Kembangkan Agrowisata di Batam

Batam merupakan daerah yang paling banyak mendatangkan sayuran maupun buah-buahan dari luar karena lahan pertaniannya sangat minim dan tidak digarap secara modern.

BATAM – UNTUK itu, akan dikembangkan lahan sekitar 116 hektare di Batam untuk dijadikan lokasi pertanian dan perkebunan. Selain untuk menutupi sebagian kebutuhan sayur dan buah di Batam, lokasi itu akan dijadikan lokasi wisata atau agrowisata.

Seluas lahan di Sei Temiang, Tanjung Riau, Sekupang Kota Batam dicanangkan untuk menjadi pengembangan pertanian di Batam. Oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, lokasi itu diberi nama Tanjungriau Fishersim.

Tidak hanya lahan pertanian untuk membantu distribusi kebutuhan masyarakat, namun lahan itu akan dijadikan Agrowisata di Batam. Sehingga dapat menambah masuknya wisman ke Batam sekaligus menambah  long stay wisatawan di Batam meningkat.

Baca Juga :  APBD Kepri 2017 Disahkan Rp 3,36 Triliun

Kepala Staf Presiden yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengungkapkan rencana pengembangan lahan itu di Batam.

”Kawasan 116 hektare berpotensi dikembangkan untuk agrowisata. Itu akan membantu bagaimana menahan orang ke Batam dari 2 hari menjadi 4 hari,” kata Moeldoko.

Menurutnya, potensi agrowisata di Batam sangat besar, karena tingkat kunjungan wisatawan tinggi. Sehingga tinggal menambah waktu tinggal para wisatawan itu di Batam. Tidak hanya wisman, wisatawan dalam negeri juga diakui sangat berpotensi ditarik dengan agrowisata itu.

Baca Juga :  Nelayan Bintan Tangkap Nelayan Tanjungpinang

”Kita akan bantu bersama pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mengembangkan itu. Yang di Jakarta bingung mau liburan. Semua mikirnya ke Bali. Ini potensi bisa tarik ke Batam. Ini juga bagian penyegaran untuk destinasi Batam,” harapnya.

Lahan yang sedang dikembangkan BP Batam sebagai Tanjungriau Fisherism itu diminta Moeldoko, harus dikelola dengan baik. Diminta diperhatikan kondisi tanah, ketersediaan air, budaya dan prilaku petaninya, sehingga Tanjungriau Fishersim nantinya menjadi kawasan pariwisata baru.

”Kontur tanahnya dilihat, nanti kita bantulah,” sambungnya.

Di sisi lain disebutkan, dari yang sudah dikunjungi, pertanian di Lingga dinilai paling baik. Selain kontur tanah yang cocok, juga karena di sana ada air yang cukup.

Baca Juga :  DPC PKB Tanjungpinang Jumpai Pengurus DPW PKB Kepri

”Paling baik untuk agrowisata, di Lingga. Kontur tanah yang subur, sehingga sangat bagus untuk daerah pertanian. Ada air cukup dari air terjun di sana,” jelasnya.

Di tempat sama, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, mereka saat ini sedang persiapan pengembangan lahan 116 hektare sebagai agrowisata.

Semua lahan itu diakui untuk menjadi agrowisata. Di lokasi lahan itu, sudah ada kolam refleksi, kolam menangkap ikan, kolam perang bantal.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here