Bina Agar Desa Berinovasi

0
75
SARDISON (kanan) mengangkat induk kepiting yang merupakan inovasi pengembangan nelayan di salah satu desa di Bintan. f-istimewa

MBS Bapak Sardison yang terhormat. Saya membaca media massa bahwa di Bintan ada inovasi yang dilakukan nelayan. Agar desa-desa di Kepri bisa sama-sama berinvoiasi apa yang akan dilakukan pemrintah. karena ini perlu. apakah ada pembinaan untuk mereka nanti. terimakasih.
+6281364995268

Tanggapan :
TERIMAKASIH sebelumnya. Agar setiap desa di Kepri bisa berinovasi, maka telah dibentuk Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan tim Pelaksana Teknis Inovasi Desa (PTID) atau tingkat kecamatan di lima kabupaten di Kepri.

TIK ini merupakan orang-orang pilihan yang trampil di bidangnya masing-masing dan ditetapkan melalui SK bupati. Sedangkan PTID ini dipilih berdasarkan musyawarah antardesa.

Mereka dituntut bekerja cepat melakukan bimbingan dan arahan kepada pemerintah desa agar bisa berinovasi secepatnya. Dan hasil inovasi nanti akan diperlombakan di bursa inovasi desa yang diperkirakan, September nanti.

Sebelum TIK ini bertugas, maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis.

Acara digelar di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (28/8) dengan tema ‘Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) Tingkat Provinsi Kepri dan Rakor PID’. Kegiatan ini digelar, 27-29 Agustus.

Kegiatan ini dibuka Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah didamping Sardison Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri serta narasumber dari Tim Inovasi pusat. Pesertanya 60 orang yang merupakan TIK dari Anambas, Natuna, Lingga, Bintan dan Karimun.

Usai pembukaan dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Sardison dengan Kepala DPMD Dukcapil lima kabupaten kota di Kepri disaksikan TS Arif Fadillah.

Sardison mengatakan, adapun inovasi yang harus digenjot pemerintah desa ada tiga bidang yakni, Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Infrastruktur.

Bidang kewirausahaan lebih kepada pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan ekonomi desa adalah mencari produk-produk unggulan desa.

Sedangkan peningkatan SDM salah satunya meningkatkan kemampuan pekerja BUMDes, meningkatkan kemampuan atlet kampung dan lainnya.

Infrastruktur lebih kepada pembangunan fisik seperti jalan, drainase, embung, jembatan dan lainnya.

Untuk mendukung kerja TIK dan PTID ini, Kementerian Desa menyerahkan biaya operasional sekitar Rp1,2 miliar. Anggaran ini disalurkan melalui DPMD Dukcapil Pemprov Kepri, selaku satuan kerja (Satker) pusat di daerah.

Sardison mengatakan, anggaran ini akan diserahkan ke TIK dan PTID agar bekerja dengan cepat. Soal penggunaan anggaran ini sudah ada teknisnya dan ini sudah dijelaskan.

Penggunaan anggaran ini yakni untuk, sosialisasi P2KTD dan rakor TIK, monev, operasional kantor, verfivikasi P2KTD dan direktori P2KTD. Masing-masing kabupaten menerima dalam jumlah berbeda.

Adapun rekapitulasi pagu anggaran pada TIK Provinsi Kepri yakni, Bintan Rp244,4 juta, Karimun Rp257,2 juta, Natuna Rp302,8 juta, Lingga Rp250,8 juta dan Anambas Rp231,6 juta. Totalnya Rp1,286 miliar.

Arif Fadillah mengatakan, banyak potensi desa yang harus digali. Karena itu, dengan adanya TIK dan PTID ini ke depan harus banyak perubahan dalam peningkatan pembangunan, sumber daya dan ekonomi desa.

Memang, kata Arif, untuk membangun desa di Kepri butuh banyak biaya karena terpisah dengan pulau dan jalan raya di Kepri ini adalah lautan yang membutuhkan biaya transportasi yang mahal. Meski demikian, tak bisa menyerah.

Mahalnya biaya pembangunan di Kepri karena ongkos laut yang mahal. Ia mencontohkan, jika ongkos di darat Rp50 ribu, maka sudah bisa mutar-mutar kemana-mana.

Sedangkan di laut, ongkos Rp50 ribu belum bisa sampai ke Batam. Karena ongkos feri mahal. Operator feri butuh biaya besar untuk membeli BBM. Ini tantangan besar buat warga Kepri.

Arif Fadillah mengatakan, Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019. Program Inovasi Desa dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-Undang No.6/2014 tentang Desa.

”Program Inovasi Desa sangat membantu desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan Sumber Daya yang memiliki daya saing,” kata Arif.

Arif mengatakan Program Inovasi desa (PID) hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa (DD) dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa.

Ini juga untuk merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan Sumber Daya Manusia serta infrastruktur desa.

”Inovasi akan membuat perubahan besar bagi desa, Sumber Daya desa akan semakin bersaing, infrastrukturnya menjadi lebih baik yang akan secara tidak langsung menggerakkan ekonomi di desa dan berimbas pada perubahan ekonomi Kepri secara keseluruhan,” ucap Arif.

”Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga pengetahuan yang didapatkan nantinya dapat diterapkan serta diaplikasikan dalam pengelolaan desa secara lebih professional sehingga desa menjadi desa menjadi lebih produktif dan maju. Ayo membangun dari desa, desa jangan semakin tertinggal,” tutup Arif. (mas/ais)

Drs Sardison MTP
Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here