Bintan Ingin Wujudkan Sentra Peternakan Sapi

0
1438
TINJAU KANDANG: Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo bersama Bupati Bintan H Apri Sujadi meninjau kandang sapi di Teluk Bintan, Senin (13/3) sore lalu.f-istimewa/humas pemkab bintan

Bintan – BUPATI Bintan H Apri Sujadi ingin menjadikan Kabupaten Bintan sebagai sentra atau pusat peternakan sapi, untuk masa mendatang. Upaya pengembangan ternak sapi itu dilakukan dengan cara melakukan perkembangbiakan inseminasi buatan, kepada peternak sapi yang ada di Bintan.

Keinginan untuk mewujudkan Bintan sebagai pusat peternakan sapi itu disampaikan Bupati Bintan Apri Sujadi saat mendampingi Dirjen Peternakan RI drh Ketut Diamitra melakukan inseminasi buatan di kelompok usaha ternak Tunas Muda, Kampung Bukit Adimulyo, Teluk Bintan, Senin (13/3) sore lalu. Inseminasi adalah penyuntikan sperma buatan kepada sapi betina.

Inseminasi ini dihadiri Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo, Plt Sekda Bintan Adi Prihantara, Kadis Ketahanan Pangan Propinsi Kepri Ahmad Izhar, Kadis Pertanian Bintan Supriyono dan sejumlah pimpinan OPD Bintan.

Baca Juga :  Setahun, Pemkab dan Dewan Belanjakan Rp1,327 T

”Kita ingin mewujudkan Bintan sebagai pusat pengembangan ternak sapi ini, sebagai usaha memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi. Selama ini, Bintan memerlukan 73 ton daging sapi segar per tahun. Sedangkan yang tersedia sekitar 19,11 ton. Makanya kita kembangkan peternakan sapi ke depannya,” kata Apri Sujadi.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bintan Iwan Berri Prima menyampaikan, pusat peternakan sapi di Bintan berada di daerah Toapaya, Teluk Bintan, Gunung Kijang, Bintan Utara dan Bintan Timur.

Saat ini, jumlah sapi di Bintan per 1 Maret 2017 lalu, sebanyak 725 ekor. Sapi itu tersebar di kecamatan, yang dikembangbiakan 210 orang peternak sapi. Saat ini, rata-rata seorang peternak memelihar tiga ekor sapi.

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Kades Belum Diperiksa

”Dengan teknologi inseminasi atau penyuntikan sperma kepada sapi betina ini, peternaka sapi di Bintan bisa lebih cepat. Jika peternak ingin menggunakan cara ini, bisa langsung melapor ke Bidang Peternakan Distan Bintan,” jelas Berri Prima.

”Selain inseminasi, cara perkawinan sapi jantan dengan betina juga tetap dijalankan,” sambungnya.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI drh Ketut Diamirta mengatakan, tujuan pelaksanakan sinkronisasi birahi dengan inseminasi buatan ini adalah untuk meningkatkan populasi sapi dan produksi ternak.

Dipilih Bintan sebagai tempat pelaksanaan program ini, karena dekat dengan negara tetangga. Indonesia terletak pada daerah ekuator yang memang cocok untuk pengembangan peternakan.

Baca Juga :  PPNS Satpol PP Bintan Bertambah

”Program pemerintah pusat ini harus dapat memberikan efek bagi masyarakat, khususnya para peternak sapi yang ada di Kabupaten Bintan. Jadi, peternakan sapi tidak lagi menjadi pekerjaan sambilan,” harapnya.(yendi – aAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here