Bintan Kekurangan Bidan Desa

0
693
ANAK PESISIR: Anak-anak asal Pulau Kelong, pergi sekolah dengan transportasi kapal pompong ke Kijang. f-/tanjunpinangpos

Bintan – BIDAN desa untuk wilayah Kabupaten Bintan, saat ini masih kurang dibanding dengan luasnya wilayah tugas.

Seperti kawasan pesisir yang terdiri dari banyaknya pulau-pulau kecil, tentunya membutuhkan pengabdian seorang tenaga medis yang siap melayani masyarakat pulau.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Bintan, Untung Setiadi mengatakan jumlah bidan desa yang ada saat ini hanya 17 orang.

”Jumlah itu masih sangat kurang, minimal satu desa satu bidan. Ditambah dengan kelurahan, dan seminim-minimnya kita harus miliki 51 tenaga bidan,” ujar Untung, Kamis (2/2).

Hingga saat ini, kekurangan tenaga bidan desa telah dibantu oleh tenaga Bidan pegawai tidak tetap (PTT) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan pemerintah pusat. Maka pelayanan untuk masyarakat di pulau-pulau, saat ini masih bisa terlayani dengan baik melalui puskesmas yang ada.

”Kalau memang tidak ada bantu an bidan PTT dari provinsi, atau pun pusat. Tentunya dengan jumlah yang ada, ibu-ibu yang bersalin tidak akan terlayani dan sangat berakibat fatal,” jelas Untung.

Untung juga menambahkan, Dinkes sampai saat ini masih sangat kekurangan tenaga khusus yakni bidang analis kesehatan.

Menurutnya, lulusan analis kesehatan di Indonesia sangat langka. Dampaknya, saat ini Pemkab Bintan masih sulit untuk mencukupi kebutuhan di puskesmas seleuruh kecamatan di Bintan.

”Sudah kita buka pendaftaran pada seleksi honorer kemarin, tidak banyak juga yang mendaftarkan diri,” sebutnya.

Untuk menyiasati kekurang tenaga analis kesehatan, lanjut Untung, maka beberapa analis yang ada di tiga puskesmas saat ini juga memberikan sedikit ilmunya kepada tenaga-tenaga bidan desa.

Dengan cara itu, kata Untung, bidan desa sedikit mengerti tentang ilmu analis kesehatan saat menemukan persoalan penyakit di masyarakat tinggal di pulau-pulau kecil.

”Ini yang harus kita siasati, karena tidak ada maka kita maksimalkan dengan bidan desa. Sebagai deteksi awal, jika menemukan masalah penyakit di lapangan,” ungkapnya.

Untung juga bercerita mengenai transportasi laut, yang hingga kini masih menjadi kendala pelayanan kesehatan di pulau-pulau. Namun, pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Bintan.

Akan membenahi masalah transportasi untuk wilayah Kecamatan Bintan Pesisir, Kecamatan Mantang, serta Kecamatan Tambelan. Ketiganya akan menyatukan dengan wilayah Kijang, di kecamatan Bintan Timur.

”Untuk Puskesmas Mantang, Numbing serta Tambelan telah didukung kapal puskesmas terapung. Tahun ini jika anggaran mencukupi, kita akan tambah lagi kapalnya. Secara perlahan, Pemkab Bintan benar-benar ingin pelayanan kesehatan masyarakat diutamakan. Salah satu program yang saat ini baru berjalan, adalah pengobatan gratis di puskesmas bagi warga Bintan,” kata Untung. (ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here