Bintan Launching Pelayanan hingga Pukul 22.00

0
528
BERBINCANG PARIPURNA: Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri Syam berbincang rencana pergeseran anggaran kegiatan, dengan Ketua Komisi I Daeng M Yatir dan Ketua BK Nesar Ahmad, usai paripurna, Jumat (22/9) kemarin. f-istimewa/kominfo bintan

Program Kesehatan Gratis di RSUD dan Puskesmas

BINTAN – PEMKAB Bintan segera me-launching pelayanan kesehatan hingga pukul 22.00, di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Bintan. Pelayanan ekstra ini merupakan inovasi baru, dari lanjutan program kesehatan gratis bagi warga Bintan, di RSUD dan Puskesmas.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menjelaskan, dari hasil evaluasi Pemkab Bintan, animo masyarakat Bintan untuk berobat sangat tinggi, sejak diberlakukan pelayanan kesehatan gratis, pada tahun 2017 ini. Itu terbukti, ketika beberapa warga Bintan rela berobat ke RSUD Bintan, pada malam hari. Terutama, bagi warga yang bekerja pada siang hari. Karena, mereka tidak bisa berobat ke Puskesmas di pagi hari, akibat kewajiban menjalankan tugas kerjanya.

”Justru itu, Pemkab Bintan membuat kebijakan baru. Yaitu, Puskesmas di Bintan akan buka, dan memberikan pelayanan kesehatan sampai pukul 22.00, atau pukul 10 malam,” tegas H Apri Sujadi usai menyampaikan KUA dan PPAS untuk APBD Perubahan 2017, dalam paripurna DPRD Bintan, Jumat (22/9) kemarin.

Sehingga, lanjut bupati, warga Bintan tidak menumpuk berobat di RSUD. Sebagian bisa berobat ke Puskesmas, meski pada malam hari. ”Pelayanan hingga pukul 22.00 di Puskesmas ini segera kita launching,” ujar H Apri Sujadi.

Untuk menjalankan pelayanan kesehatan gratis ini, H Apri Sujadi kembali mengingatkan, agar paramedis, perawat dan dokter menjalankan tugas secara maksimal. Utamakan pelayanan terhadap pasien, baru diurus administrasinya. Kemudian, dalam administrasi berobat ini, pihak Puskesmas dan RSUD harus memahami sistem pelayanan administrasi yang menggunakan BPJS, maupun yang non BPJS. Hal ini diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP), dan dipampang di setiap loket pelayanan. Sehingga, semua warga tahu tentang prosedur mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, di Kabupaten Bintan.

”Bagi warga yang tak punya BPJS, cukup menyertakan KTP Bintan. Kejadian di RSUD baru-baru ini, memang kita kecewa terhadap oknum aparatur itu. Tapi, kecewa ini kan tak perlu berlarut-larut,” jelas H Apri Sujadi.

Selain itu, tambah H Apri Sujadi, Pemkab Bintan akan membuat kebijakan pendukung kesehatan gratis lainnya. Perawat dan dokter akan jemput bola ke tengah masyarakat, dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan lain, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Bintan, Irma Annisa mengungkapkan, satu perawat honor sudah diberikan sanksi tegas. Yang bersangkutan sudah diberhentikan. Sedangkan dokter (ASN), sudah dinonaktifkan dari RSUD Bintan, di Kijang.

”Pihak keluarga almarhumah di Kelurahan Seienam, sudah tahu. Bahwa dua oknum perawat dan dokter itu sudah tidak bertugas lagi di RSUD Bintan. Khusus untuk dokter, kita lakukan pembinaan, dan diberikan sanksi juga. Kita ambil tindakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Irma Annisa.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here