Bintan Rugi Hampir Rp7,5 Miliar

0
182
PESERTA Tour de Bintan 2019 berlomba di Simpang Lagoi. Tahun, TdB ditunda sampai batas waktu yang tak ditentukan.
Pemkab Bintan dan pihak EO Tour de Bintan (TdB) 2020, resmi membatalkan penyelenggaraan iven balap sepeda internasional tersebut, pada tanggal 27 Maret sampai dengan 29 Maret mendatang. Bintan mengalami kerugian mencapai Rp7,5 miliar.

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi resmi mengumumkan pembatalan penyelenggaraan balap sepeda Tour de Bintan (Tdb) 2020, pada tanggal 27-29 Maret, Jumat (13/3) malam lalu. Kegiatan TdB 2020 ditunda, sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diambil Pemkab Bintan, sebagai antisipasi virus korona masuk ke Bintan.

”Pada dasarnya kita siap menyelenggarakan event tersebut, namun langkah antisipatif harus tetap dilakukan. Mengingat, beberapa negara pintu masuk seperti negara Singapura dan Malaysia, telah mengambil sikap menutup pintu bagi wisman atas situasi perkembangan terakhir,” tegas Apri Sujadi melalui siaran pers kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kesbangpol Bikin Pembinaan Ormas

Menurut bupati, Pemkab Bintan sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Termasuk komunikasi Dinkes dan Disbudpar ke Kementerian terkait. Dari hasil keputusan pemerintah pusat, Bintan terpaksa menunda Tour de Bintan 2020. Karena melihat perkembangan situasi terakhir.

”Penundaan TdB 2020 ini, atas pertimbangan dari WHO (badan PBB) juga. Walaupun, Bintan mengalami kerugian sekitar Rp7,5 miliar. Itu dari hitungan sumber PAD sektor pariwisata yang hilang,” sebut H Apri Sujadi.

Setelah Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan, penundaan iven TdB 2020, kini pihak penyelenggara (EO) juga menyampaikan kebijakan yang sama. Melalui Abdul Wahab, General Group Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), pihak EO MetaSport menyatakan, coronavirus (Covid-19) sudah menjadi pandemik.

Baca Juga :  Wow... Tunjangan Transportasi Rp 12 Juta

”Imbauan dari WHO, untuk menunda pelaksanaan iven ini. Kami pikir ini suatu hal yang sangat penting untuk dikaji, guna menyelamatkan hal yang lebih besar,” kata Wahab, saat jumpa wartawan, Sabtu (14/3) siang lalu.

Meski mengaku merugi secara materi akibat penundaan TdB 2020, namun menurutnya, warga Bintan dan sektor pariwisatanya merupakan suatu hal yang lebih berharga daripada kerugian materi.

”Kerugian materi paling tidak sebanyak 500 ribu dolar Amerika, atau setara Rp7 miliar. Namun itu tiada artinya dibandingkan untuk masyarakat Bintan yang tercinta dan sektor pariwisata Bintan, yang harus diselamatkan,” ucapnya.

Baca Juga :  BPKH, Tolong Sampaikan Keluhan Warga ke Pusat

Untuk peserta yang sudah mendaftar, lanjutnya, pihak panitia akan menjadwalkan ulang pelaksanaan, dan akan memberikan kebebasan apakah peserta akan mengikuti atau tidak. (aan-fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here