Bintan Sambut 208 RibuTuris

1
528
Kapal pesiar Genting Dream sedang berlayar

Usaha Apri Sujadi Datangkan Genting Dream Cruise Tercapai

Fantastis! Selama 52 minggu ke depan, Kabupaten Bintan akan menyambut sekitar 208.000-an turis mancanegara, khusus dari pelayaran (cruise) kapal pesiar mewah berukuran besar Genting Dream.

BINTAN – Pelayaran kapal pesiar Genting Dream ke perairan Lagoi, Kabupaten Bintan ini terwujud berkat kerja sama Pemkab Bintan bersama manajemen Genting Dream Cruise serta pengelola kawasan pariwisata Lagoi, PT BRC.

Pelayaran Genting Dream Cruise ini terlaksana berawal dari inisiatif Bintan Resort dengan Pemkab Bintan (kebijakan Bupati H Apri Sujadi) melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, awal tahun 2017 silam.

Kemudian, proses komunikasi dan lobi dengan manajemen Dream Cruise ini berjalan sekitar 1 tahun. Sampai manajemen Dream Cruise melakukan inspeksi ke Kabupaten Bintan, akhir tahun 2017 lalu.

Alhasil, kesepakatan kerja sama pelayaran kapal pesiar Genting Dream pun tercapai, dan disetujui oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, di Bintan Expo Centre, sekitar Februari 2018 lalu. Sehingga, Bintan menjadi daerah kunjungan (destinasi) baru bagi kapal pesiar Genting Dream Cruise ini. Sebelumnya, destinasi kapal berkapasitas 4.000-an turis ini adalah pelabuhan Klang dan Melaka, Malaysia.

”Alhamdulillah, usaha kita mendatangkan kapal pesiar Genting Dream ke Bintan ini, tercapai,” ujar H Apri Sujadi, Bupati Bintan usai mengadakan rapat persiapan akhir dengan manajemen Genting Dream Cruise, PT BRC Lagoi, Polres Bintan, Kadispar Bintan, instansi terkait dan sejumlah OPD, di Bintan Expo Centre, Rabu (4/7) pagi kemarin.

Kapal Genting Dream cruise ini akan datang ke Bintan, seminggu sekali. Dalam kerja samanya, kapal akan membawa turis ke Bintan ini, selama 52 minggu (setahun). Sekali berlayar, kapal akan membawa 4.000-an turis. ”Kalau 52 kali (minggu) ke Bintan, berarti ada 208.000-an turis mancanegara yang dibawa ke Bintan. Kita siap menyambut itu,” sebut H Apri Sujadi.

Kedatangan perdana kapal pesiar Genting Dream Cruise ke perairan Lagoi kemudian dibawa ke Bandar Bentan Telani, Lagoi, Sabtu (7/7) pagi. Berdasarkan kesepakatan, rencananya kapal Genting Dream Cruise akan bertolak dari Singapura tujuan Kabupaten Bintan, Jumat (6/3) sore. Sebelum menyambut kedatangan kapal perdana, Bupati Bintan menegaskan, jajaran Pemkab Bintan sudah mengadakan rapat koordinasi.

”Ini satu kemajuan bagi Kabupaten Bintan. Kita akan kedatangan 4.000 hingga 5.000 wisatawan asing, setiap pekannya. Rencananya, tahap awal kesepakatan akan berlangsung selama 52 minggu, atau sekitar 1 tahun lebih,” sebutnya lagi.

Menurut H Apri Sujadi, ide awalnya hanya memprediksikan, jika kapal pesiar mewah Genting Dream Cruise berkunjung secara reguler, maka postur kunjungan wisman ke Bintan akan meningkat. Dengan kesuksesan kesepakatan ini, maka Kabupaten Bintan akan menjadi destinasi baru bagi kapal Genting Dream Cruise.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira menuturkan, kapasitas angkut kapal pesiar Genting Dream Cruise itu sangat besar. Jumlah kunjungan per bulannya juga banyak. Jadi, otomatis wilayah Kabupaten Bintan akan mendapat suntikan jumlah wisman yang sangat besar.

Kedatangan kapal pesiar berpostur gigantik yang memiliki panjang 335,33 meter atau setara 1.100 kaki 2 inci ini, akan membuat angka persentase kunjungan wisman ke Bintan meningkat tajam.

Sebelum Maret 2018 saja, persentase kenaikan kunjungan wisman di Bintan mengalami kenaikan hingga 23,89 persen. Imbasnya, rapor kunjungan wisman di Kepri ikut terkatrol naik berkisar 13,69 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan persentase kunjungan ke Bintan selama Januari sampai dengan Mei 2018, naik mencapai 26 persen.

”Kita sangat bersyukur, dengan kesepakatan kerja sama ini, akan menjadi suatu terobosan baru bagi dunia pariwisata Bintan. Tentunya, angka persentase kunjungan wisman juga akan naik, yang akan diikuti dengan PAD dari sektor pariwisata,” tambah Luki Zaiman P.

Buat Wisatawan Nyaman
Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan bahwa pembenahan beberapa akses wisata menjadi skala prioritas. Apalagi Kepri yang merupakan wilayah kepulauan yang kaya akan sumber daya alam yang harus dimanfaatkan dengan maksimal.

”Kita harus siap dan sigap soal rencana kedatangan kapal pesiar mewah Dream Cruise,” kata Nurdin saat Rakor dalam rangka kunjungan kapal Dream Cruise ke Bintan di Ruang VIP Area kedatangan Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Bintan Resort Lagoi, Rabu (4/7).

Menurut Nurdin, semua pihak harus segera merealisasikan persiapan yang matang guna mendorong dunia pariwisata dan menyambut Dream Cruise tersebut. Mereka juga tidak ingin ada permasalahan dengan fasilitas labuh dan dokumennya.

”Kita pastikan pelabuhan yang kedalaman alami akan menjadi tempat singgah kapal tersebut yang mengangkut wisatawan mancanegara dan menjadikan mereka betah,” lanjut Nurdin.

Apalagi tiap daerah di Kepri memiliki keunggulan masing-masing. Lingga dengan potensi wisata sejarah, perikanan, dan pertaniannya. Natuna dengan keunggulan perikanan, wisata dan energi.

Anambas juga memiliki potensi wisata alam yang sangat indah. Batam, Karimun dan Tanjungpinang juga memoliki potensi besar bagi kemajuan wisata dan perekonomian.

Diharapkan upaya-upaya tersebut semakin mendorong kemajuan pariwisata di Bintan khususnya dan Kepri pada umumnya. Yang mana setiap hari Wisman berdatangan dan investasi di pariwisata jauh lebih penting untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

”Hal tersebut dapat kita optimalkan juga selain kemungkinan membuka pengembangan destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut,” tambah Nurdin lagi.

Nurdin juga mengingatkan keadaan cuaca pancaroba angin dengan keselamatan penumpang agar benar benar diperhatikan. Saat ini sudah angin selatan yang sangat kencang.

”Saya ingat kan tolong dilihat juga cuaca, jadikan koordinasi kekompakan kita bersama,” ungkap nurdin lagi.

Di kesempatan ini Nurdin juga meninjau fasilitas yang akan disiapkan dalam penyambutan perdana kedatangan Dream Cruise ke Bintan dan destinasi-destinasi yang berada di Lagoi Bintan.

Dukungan BUMN seperti PLN dan perbankan juga sangat penting. Datangnya kapal pesiar ini pun bisa menggairahkan ekonomi masyarakat setempat. Kalau PLN tak nyala semua desa macam mana UMKM mau tumbuh. Perbankan juga harus mendukung memberikan kredit yang mudah dan bunga rendah guna kemajuan UMKM.

Sementara itu, Direktur Oprasional BBT (Bandar Bentan Telani) Madsun mengatakan lahan yang luas di sini juga bisa menampung ratusan kendaraan yang akan membawa wisatawan menuju destinasi wisata di Lagoi seperti Treasure Bay, Safari Lagoi, Lagoi Bay, Canopy dan lain-lain menjadi destinasi menarik di sekitarnya. ”Kita akan promosikan wisata BBT dan wisata tradisional, agar meningkatkan tarap ekonomi kerakyatan,” kata Madsun.

Kapal pesiar milik Dream Cruises yang memiliki panjang 335 meter dengan lebar 40 meter ini direnca akan akan membawa wisatawan sebanyak 3.700 orang untuk menikmati liburan termewah dengan fasilitas yang megah dan mewah. Pihak operator juga menawarkan pilihan Wisata lokal.

”Setiap hari Sabtu kita akan turun kan wisatawan ke darat, direncana kan kapal pesiar tersebut sampai tanggal 7 Juli ini dan akan labuh selama 52 minggu setiap Sabtu,” kata Masdun lagi

Rapat koordinasi ini dihadiri pula oleh pihak Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, BNN, TNI AL, TNI AD, Polisi Kepelabuhanan, Kesyahbandaran, dinas perhubungan dan pihak Pengembang Bandar Bentan Telani.(YUSFREYENDI)

1 KOMENTAR

  1. Mohon perhatiannya…persiapan kedatangan kapal pesiar mewah ini kan dibantu oleh pemerintah… dan itu pasti memakai uang rakyat.

    Karena itu manfaat ekonomi untuk UKM-UKM masyarakat Bintan yang berada DI LUAR kawasan Lagoi Resort seharusnya juga diperhatikan sungguh-sungguh dan serius oleh pemerintah daerah…

    Kunjungan turis mancanegara umumnya selalu terpusat di kawasan resort tapi sayang sekali pemerintah daerah BELUM OPTIMAL mengelola potensi ini sehingga meningkatnya kunjungan wisatawan asing
    ke Bintan belum juga dapat dirasakan SECARA LANGSUNG oleh MASYARAKAT LUAS dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Bintan yang berada DI LUAR kawasan resort.

    Cafe-cafe di ibukota Tanjungpinang umumnya masih sepi dari wisatawan, tari-tarian dan pertunjukan kesenian budaya lokal juga masih jarang dipertunjukkan karena miskin even, turis mancanegara hanya lewat dengan bis besar dan cuma singgah membeli buah lalu balik lagi ke Lagoi Resort.

    Kenapa hanya puas dengan PAD? itu masuk ke kas pemerintah. Sementara kami masyarakat luas hanya dapat memandang turis lewat saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here