Bintan Terima Tiga Disabilitas Jadi CPNS

0
425
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Kepala BKPSDM Bintan Irma Annisa mengecek data kepegawaian Bintan, disaksikan Kadis PMD Ronny Kartika.. f-dokumen/tanjungpinang pos
Pemkab Bintan kembali membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Dari 152 orang yang bakal direkrut, tiga merupakan peserta dari penyandang cacat (disabilitas).

BINTAN – PEREKRUTAN CPNS tahun anggaran 2019 ini, Pemkab Bintan membuka lowongan untuk tenaga kesehatan dan teknis. Untuk bidang kesehatan sebanyak 12 orang, dan 140 orang dari tenaga teknis. Khusus tiga orang disabilitas, formasi yang disediakan di bidang teknis.

Formasi untuk disabilitas itu yaitu Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan (1 orang). Pengadministrasi keuangan (1 orang), serta Pengelolaan Program dan Kegiatan (1 orang). Peserta disabilitas yang diperlukan itu lulusan DIII ekonomi keuangan, ekonomi pembangunan, ekonomi akuntansi, perpajakan, DIII Manajemen, serta DIII akuntansi.

”Sedangkan 12 orang tenaga kesehatan yaitu formasi bidan, apoteker, asisten apoteker, sanitarian, dan perawat,” kata Dian, Kabid Pengadaan Pemberhentian Informasi dan Korpri mewakili Kepala BKPSDM Kabupaten Bintan, Irma Annisa, Senin (11/11) kemarin,

Berdasarkan SK MenPAN-RB nomor 640/2019 dan surat edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan nomor 800/BKPSDM/501, pendaftaran untuk seleksi penerimaan CPNS tahun 2019, dibuka mulai tanggal Senin (11/11) sampai dengan tanggal 25 November 2019 mendatang. Pendaftaran dilakukan melalui online.

”Peserta bisa langsung mengunjungi situs online yakni, (https://sscasn.bkn.go.id). Semua informasi ada di website ini,” kata Dian singkat.

Bupati Bintan Apri Sujadi menuturkan, dengan dibukanya penerimaan CPNS di sejumlah formasi, diharapkan mampu ikut serta dalam mewujudkan visi misi pemerintah daerah.

”Sebenarnya, kita menginginkan agar tenaga kesehatan dan tenaga guru, dapat lebih diperbanyak. Tapi, alokasi yang diberikan dari pusat itu sebanyak 152 formasi. Yaitu 12 formasi untuk tenaga kesehatan dan 140 formasi untuk tenaga teknis,” sebut H Apri Sujadi.

”Ke depan, kita minta tenaga guru dapat lebih diprioritaskan oleh pemerintah pusat,” harapnya. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here