Biologi dan Sosiologi Jadi Favorit

0
259
SISWA-siswi SMAN 6 Tanjungpinang mengikuti UNBK di sekolah itu, Rabu (22/4) kemarin di Senggarang. F-istimewa

Hari Ini Ujian Nasional Mata Pelajaran Kejuruan SMA

Mata pelajaran Biologi dan Sosiologi menjadi pilihan favorit siswa-siswi SMAN 6 Tanjungpinang di Senggarang untuk diikuti saat Ujian Nasional (UNBK) terakhir, Kamis (12/4) hari ini.

TANJUNGPINANG – KEPALA SMAN 6 Tanjungpinang Damanhuri mengatakan, siswa telah mengikuti Ujian Nasional tiga hari ini sejak, Senin (9/4) dan akan berakhir, Kamis (12/4) hari ini.

Hari pertama siswa ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat yang terakhir, siswa akan ujian satu mata pelajaran jurusan sesuai pilihan masing-masing.

Dijelaskannya, di sekolah itu ada dua jurusan yakni Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Masing-masing jurusan ada tiga mata pelajaran yang akan diujikan dan siswa cukup memilih satu saja yakni, Biologi, Kimia dan Fisika untuk jurusan IPA. Sedangkan jurusan IPS mata pelajaran pilihannya adalah Geografi, Ekonomi dan Sosiologi.

”Untuk jurusan IPA, siswa kebanyakan memilih mata pelajaran Biologi dan untuk jurusan IPS siswa kita lebih dominan memilih mata pelajaran Sosiologi,” ujar Damanhuri kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Rabu (11/4).

Sekolah ini menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebelum ujian, pilihan masing-masing siswa sudah diserahkan kepada pihak sekolah. Sehingga, saat ujian hari ini, proktor akan menyerahkan token atau sejenis password ke masing-masing siswa sesuai dengan mata pelajaran pilihannya.

”Jadi tidak akan tertukar mata pelajarannya. Misalnya ada memilih Fisika, nanti proktor menyerahkan token berupa angka dan huruf atau tulisan. Ketika token dimasukkan, barulah muncul soal-soal ujian di layar monitor sesuai mata pelajaran pilihannya,” jelasnya lagi.

Dan soal-soal ini sudah diacak. Meski siswa yang satu duduk di samping siswa lainnya dan memilih mata pelajaran yang sama, soal-soal yang mereka kerjakan tidak sama. Misalnya, siswa A mengerjakan soal nomor 1. Siswa B juga mengerjakan nomor 1, tapi soalnya pasti beda.

”Bisa saja soal nomor 1 yang dikerjakan siswa A ternyata nomor 30 di soal yang dikerjakan siswa B. Benar-benar diacak soalnya. Tak bisa saling contek. Itulah salah satu kelebihan ujian secara online ini,” bebernya.

Selama ujian ini, guru yang mengawas di sekolah itu berasal dari SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Tanjungpinang. Sedangkan guru dari sekolah itu dikirim mengawas ujian di SMAN 3 Tanjungpinang tiga orang.

Selama ujian berlangsung, siswa bisa bekerja dengan tenang dan nyaman. Tidak ada persoalan yang mereka alami. Jaringan internet lancar dan tidak ada kendala termasuk listrik juga tidak padam. Siswa Kelas I dan II pun diliburkan. Sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah itu selama ujian berlangsung.

Selama ujian, dirinya sebagai kepala sekolah selalu stand by di sekolah. ”Mudah-mudahan lulus 100 persen tahun ini. Tahun lalu, hanya satu orang yang tidak lulus dari 90 orang peserta. Tahun ini ada 95 orang siswa Kelas III yang ikut ujian nasional,” tambahnya.

Ada 23 orang siswa jurusan IPA dan 72 orang siswa jurusan IPS dengan tiga rombel, IPA satu kelas.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here