Bioskop Tak Ada, Warga Tak Bisa Nonton

0
1289
Mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah bersama Bupati Natuna Hamid Rizal melihat cuplikan film Jelita Sejuba.f-istimewa

Ketika Film Jelita Sejuba Syuting Di Natuna

Film Jelita Sejuba telah resmi tayang di bioskop-bioskop Tanah Air per, Kamis (5/4). Tayang perdananya itu menjadi buah bibir masyarakat di Natuna. Apalagi syuting film ini sebagian besar dilakukan di Natuna.

NATUNA – Film Jelita Sejuba bercerita tentang perjuangan sorang prajurit di Natuna bersama istrinya yang berasal dari Natuna. Film tersebut fitur bercerita tentang Natuna dan proses pengambilan gambarnya kebanyakan di Natuna.

”Kita senang film Natuna udah mulai tayang hari ini. Semakin terkenal lah Natuna,” kata Putera saat menerima kabar tayang perdana film itu, Kamis lalu.

Namun sayang sekali, warga Natuna tidak bisa menyaksikan tayang perdana itu karena di Natuna tidak ada bioskop sehingga sebagian mereka mengaku sedih.

”Gak dapat nonton perdana Jelita Sejuba, orang-orang di luar udah pada dapat nonton. Sedih,” timpal Nafisa.

Ia berharap ada kebijakan dari pihak berwenang agar masyarakat Natuna dapat sesegera mungkin dapat menonton film yang dibuat daerahnya itu. ”Coba lah pemerintah koordinasi dengan pemilik filmnya agar dapat cepat diputar di Natuna secara umum,” harapnya.

Baca Juga :  Manajemen Waktu Untuk Memaksimalkan Karya

Sementara Bupati Natuna melalui Kabag Humas Pemkab Natuna Budi Darma mengatakan, pemerintah akan mengusahakan agar pemutaran film itu bisa ditayangkan di Natuna.

”Kita akan usahakan untuk dapat nanti di putar juga di Natuna. Namun masyarakat juga mesti pahami saat ini tentu sedang ada beberapa pertimbangan pihak yang memproduksi film ini karena saat ini film tersebut masih diputar di jaringan bioskop yang ada di kota-kota besar. Jadi untuk itu kita minta masyarakat bisa bersabar karena belum dapat dibawa ke Natuna,” tandasnya.

Bupati Natuna, Hamid Rizal dan Ibu Negara Sinta Nuriyah bersama tokoh-tokoh seni tanah air lainnya sudah nonton bareng (Nobar) tayang perdana Film Jelita Sejuba pada acara Gala Premiere Jelita Sejuba di Epicentrum Walk, Jakarta, kemarin. Acara ini digelar oleh Derlin Amgra Picture.

Dalam sambutannya, Bupati Hamid mengapresiasi suksesnya pembuatan film yang telah memilih latar lokasi di Kabupaten Natuna itu. ”Pertama sekali, terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang turut berperan mensukseskan terciptanya film ini. Kami senang sekali dengan kehadiran film ini di Tanah Air,” kata Bupati Hamid.

Baca Juga :  Lambat Lapor SPT Pajak, Denda Rp 100 Ribu

Film ini diyakininya dapat mendatangkan nilai tambah bagi promosi daerah, sehingga Natuna ke depan akan lebih dikenal di Indonesia sebagai wilayah perbatasan yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam.

”Dengan ini Natuna akan semakin terkenal bahwa Natuna memiliki sumber daya alam yang banyak seperti migas, perikanan dan pariwisata, serta tatanan sosial budaya Melayu yang identik dengan keramahan,” sebutnya.

Eks Produser Film Jelita Sejuba, Kristinawati ketika itu juga menyampaikan bahwa film pertama yang diprakarsainya merupakan salah satu bentuk persembahan bagi Indonesia, melalui kisah romansa seorang personel TNI yang menjalin cinta dengan gadis pribumi di wilayah perbatasan NKRI.

”Kami berharap film ini diminati besar oleh bangsa karena di dalamnya terdapat banyak nilai yang bisa diambil sebagai pelajaran. Dan semoga film ini bisa menjadi nilai tambah bagi wisata Natuna pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” harap Kristina.

Baca Juga :  Buruh Tolak Tarif Listrik Batam

Film Jelita Sejuba (Mencintai Kesatria Negara) sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 5 April 2018. Sinema besutan rumah produksi Drelin Amagra Pictures itu merupakan persembahan untuk para istri tentara.

Film ini didedikasikan untuk para istri tentara yang luar biasa. Diharapkan kisah sederhana tentang kekuatan cinta yang bersatu dalam bakti negara ini bisa mencapai hati para penonton.

Film ini meriwayatkan kisah cinta Sharifah (Putri Marino) dengan suaminya, Jaka (Wafda Saifan Lubis) yang merupakan seorang tentara. Pesisir Sejuba di Natuna menjadi saksi kisah cinta mereka yang penuh haru. Dalam film, Sharifah diceritakan sebagai gadis asli Sejuba, Natuna, yang berjumpa Jaka saat pria itu bertugas di sana.

Latar lokasi itu sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan keindahan alam Natuna yang luar biasa. Termasuk detail lain seperti bahasa, makanan khas, musik, busana, dan tarian yang dikemas apik dalam film. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here