Bis UMRAH Segera Dievaluasi

0
112
REKTOR UMRAH Tanjungpinang, Prof Dr Syafsir Akhlus ketika melantik Ketua BEM yang baru, belum lama ini. F-istimewa

Saatnya Keberadaan Mahasiswa Berdampak Pada Ekonomi Masyarakat Sekitar

Pandangan tentang bis angkutan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang masih beda persepsi. Terkait keberadaan bis ini pun akan segera dievaluasi.

TANJUNGPINANG – Rektor UMRAH Tanjungpinang Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc mengatakan, untuk transportasi bis mahasiswa itu sebenarnya tidak disediakan oleh universitas (UMRAH).

Intinya bis itu adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri. Pada awalnya bis itu diberikan plus bantuan operasionalnya. Namun sekarang ini, hanya bis saja yang diberikan tanpa operasionalnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memang tidak dibenarkan mengalokasikan anggaran untuk operasional transportasi mahasiswa.

Lalu perlu diingat bahwa keberadaan perguruan tinggi itu haruslah menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah sekitarnya.

Jadi yang benar, seharusnya apabila UMRAH berada di Dompak maka masyarakat di sekitar kampus ini harus mendapatkan efek dari keberadaan mahasiswa.

Contoh sederhananya, mahasiswa itu kos di sekitar kampus. ”Kenapa saya katakan demikian, karena apabila mahasiswa tinggal jauh dari kampus maka dia berisiko untuk datang ke kampus melalui moda-moda transportasi,” katanya.

Jadi yang benar itu, mahasiswa harus berada kosnya di sekitar kampus. Bahwa dia sekali-sekali ke kota itu silahkan. Peran pemerintah daerah mengadakan transportasi mahasiswa ke kota, bukan dari rumahnya ke kampus.

Itulah perbedaan persepsi yang terjadi selama ini. Di semua daerah sudah terbukti bahwa keberadaan kampus itu menumbuhkan ekonomi daerah seputar kampus.

”Saya sebagai rektor harus segera untuk merealisasikan keadaan ini. Kita sudah terlalu lama berada pada satu keputusan atau kebijakan yang tidak tepat dan kita akan segera evaluasi mengenai masalah bis ini,” tambahnya kepada kepada redaktur Teraju UMRAH seperti dikutik koran ini.

Selanjutnya untuk permasalahan fasilitas, pada prinsipnya fasilitas kampus itu adalah kewajiban dari institusi untuk memperbaiki dan segala macamnya.

Di UMRAH, kewenangan itu khususnya kewenangan evaluasi atas fasilitas itu sudah diberikan kepada fakultas masing-masing. Fakultaslah yang membuat perincian apa-apa yang perlu diperbaiki maupun ditambah karena itu semua menyangkut operasional di fakultas.

Yang paling penting lagi adalah barang-barang yang dapat diperbaiki maupun diganti itu harus barang-barang milik negara yang terdaftar dalam daftar Barang Milik Negara (BMN) atau milik UMRAH.

”Apapun barang yang rusak dan akan diperbaiki, maka harus terdaftar di BMN. Inilah yang harus kita pahami bersama,” terangnya.

”Kita terima kasih sekali lagi untuk mahasiswa yang telah mengingatkan dan kita akan evaluasi,” ungkapnya.

Jadi harusnya UMRAH ini menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Mahasiswanya kos atau tinggal di sekitar kampus bukan di sekitar pasar sehingga tidak bermasalah dalam hal transportasi ke kampus.

Lalu dengan mereka kos di rumah-rumah penduduk sekitar kampus maka nanti akan ada kebutuhan lalu tumbuhlah pasar, kemudian mereka butuh ke kota maka tumbuhlah transport maka jalanlah yang namanya ekonomi.

”Jadi sudah saatnya UMRAH memberikan dampak baik bagi perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.

Lebih satu dasawarsa UMRAH berdiri sebagai perguruan tinggi di Ibu Kota Provinsi Kepri. Cukup banyak dinamika yang telah dilewati bersama.

Sejak berdirinya UMRAH sebagai perguruan tinggi di Tanjungpinang tahun 2007, statusnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ditetapkan tahun 2011. Kini, UMRAH memasuki usia hampir 12 tahun. Sudah saatnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Syafsir Akhlus telah mengulas beberapa topik penting yang telah dan akan dilakukan oleh UMRAH sepanjang masa kepemimpinannya (2014 sampai sekarang).

Rektor secara kompleks menjelaskan beberapa hal yang menjadi perhatian di UMRAH, khususnya yang datang dari kalangan mahasiswa.

Rektor menyampaikan beberapa hal yang mesti diluruskan dan dipahami bersama terutama bagi mahasiswa UMRAH.

Baik, di usia UMRAH yang telah lebih dari satu dasawarsa atau hampir 12 tahun ini khususnya sepanjang dirinya memimpin sebagai rektor, cukup banyak dinamika yang telah dilalui menurutnya itu merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Permasalahan yang sering dihadapi adalah penyediaan fasilitas bagi mahasiswa.

”Pertama saya apresiasi sekali untuk mahasiswa UMRAH yang telah ikut memperhatikan kampusnya ini. Baru saja kemarin melalui BEM tingkat universitas mengundang saya untuk beraudiensi bersama mereka terkait penyediaan transportasi bis bagi mahasiswa dan fasilitas lainnya,” ungkapnya.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here