Bisa Periksa Empat Penyakit Kronis Secara Online

0
487
PENJELASAN: Dr Lenny saat memberikan penjelasan terkait program mobile screaning. F-DESI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Rendahnya minat masyarakat yang screening kesehatan secara manual, maka BPJS Kesehatan secara resmi, Rabu (1/2) meluncurkan aplikasi berbasis online berupa mobile screening yaitu aplikasi pemeriksaan kesehatan melalui hanphone.

Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang, dr Lenny Marlina Tiurma Uli Manalu menuturkan, layanan ini dalam rangka mempermudah masyarakat dalam mengetahui kesehatan dirinya.

Sebelumnya, dengan layanan manual dari 300 ribu peserta, hanya 4 ribu yang periksa se-Tanjungpinang, termasuk membawahi empat kabupaten-kota lainnya yaitu Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna.

Ini merupakan promotif-preventif atau promosi dan suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah penyakit.

Biasanya ada beberapa penyakit kronis gejalannya sering diabaikan masyarakat, padahal butuh tindakan medis. Diantaranya diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.

”Meski ada layanan online, bagi masyarakat tak mampu yang tak memiliki HP android dapat langsung mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk pemeriksaan secara manual,” ujarnya.

Cara untuk memeriksakan kesehatan secara online tersebut, yaitu peserta men-download aplikasi BPJS Kesehatan di play store. Setelah itu, melakukan registrasi atau mengisi data diri yang dibutuhkan.

Lalu terdaftar dan mengklik tombol log in. Kemudian peserta dapat memilih menu Skrining Riyawat Kesehatan. Di aplikasi itu, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan.

Terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga dan pola makan. Apabila semua pertanyaan telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil pada saat itu juga.

Jika peserta memiliki resiko rendah, maka akan disarankan menjaga pola hidup sehat, dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari, namun apabila hasilnya, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan diarahkan untuk mengunjungi fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sepanjang 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta risiko tinggi.

Sementara untuk hipertensi 632,760 peserta berisiko rendah, 104.967 berisiko sedang, dan 2093 peserta berisiko tinggi. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here