BKK Sinergikan SMK dan Industri

0
565
Rudi Sakyakirti

BATAM – Pemerintah terus intens agar siswa yang lulus SMK sudah memiliki kehlian khusus. Sehingga begitu lulus sekolah, tenaganya dapat diserap dalam dunia kerja. Bahkan, lulusan sekolah di Batam diharapkan mampu bersaing dengan tamatan luar negeri bahkan bisa mencari krja di luar negeri.

Dengan mengikuti Bursa Kerja Khusus (BKK), siswa di Batam diharapkan bisa memahami dunia kerja hingga mengetahui apa yang mereka mesti pelajari saat berada di sekolah.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat sosialisasi Bursa Kerja Khusus. Menurut Rudi, kegiatan itu untuk mengenalkan dunia usaha kepada pelajar SMK yang akan lulus.

Baca Juga :  SDN 05 Sekupang Sekolah Favorit Orang Tua

Dalam BKK itu ada sebanyak 450 pelajar SMK di Kota Batam mengikuti sosialisasi Bursa Kerja Khusus (BKK) di aula Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (21/10).

Pesertanya berasal dari SMK Al-Azhar, SMK Putra Jaya School, SMK Terpadu Putra Jaya, SMK Ibnu Sina, SMK Kolese, SMK Batam International School, SMK Kartini, dan SMKN 7.

Menurut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia usaha kepada pelajar SMK yang akan lulus. ”Anak-anak ini kan baru memasuki dunia usaha. Mereka perlu tahu. Itu yang kita perkenalkan hari ini,” kata Rudi.

Baca Juga :  Pembukuan RSUD Macam Benang Kusut

Pada sosialisasi ini, Disnaker menghadirkan dua narasumber. Materi pertama tentang bagaimana dunia tenaga kerja sebenarnya. Dan materi kedua dari ahli bidang sumber daya manusia atau HRD yang membahas tentang cara masuk kerja. ”Kita siapkan mentalnya. Jangan sampai tamat SMK bingung, apa yang mau dilakukan,” ujarnya.

Rudi menjelaskan bahwa ini merupakan program kerjasama perusahaan dengan sekolah khususnya SMK. Sekolah mendapat pelatihan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.

”Kemudian perusahaan merekrut tenaga kerja melalui pengumuman yang dipasang di sekolah. Sehingga bisa dilihat oleh pelajar maupun alumni sekolah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Gaia Love Diluncurkan

Saat ini, kata Rudi, sudah banyak SMK yang melaksanakan BKK. Sedikitnya 12 SMK sudah menerapkan program tersebut. Di antaranya SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 4.

”BKK ini aktifnya sejak 2016. Perusahaannya macam-macam, tergantung sekolahnya ada jurusan apa. Bahkan ada yang buat kelas khusus, seperti SMKN di Nongsa yang bekerjasama dengan Kabil Industrial Estate (KIE). Ada satu kelas yang kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan KIE. Program ini guna mensinergikan sekolah dengan kebutuhan industri,” kata dia. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here