Blangko KTP-El Sudah Tersedia Lagi

0
1006
REKAMAN KTP: Warga saat diambil sidik jarinya saat melakukan rekaman KTP elektronik. F-ANDRI DS/TANJUNGPINANG POS

Blangko KTP Elektronik (KTP-El) sudah tersedia lagi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disducapil) Kota Tanjungpinang menerima 6 ribu blangko KTP Elektronik dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil Kemendagri). 

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga minta agar blangko jangan diperjual belikan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan pemerintah Kota Tanjungpinang menerima 6 ribu blangko KTP-El dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil Kemendagri).

Ini belum cukup. Masih banyak masyarakat Kota Tanjungpinang belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El).

”Kita hanya menerima 6.000 blanko KTP-El. Ini saja belum cukup,” kata Irianto.

Kata dia, 6.000 blanko KTP-El yang diterimanya baru sekitar 10,5 persen, dari daftar tunggu mencapai 63.000 jiwa.

Daftar tunggu itu, ada yang sudah melakukan perekaman KTP-El, baik di Kantor Kecamatan maupun di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang berada di Jalan Kijang Lama bekas eks Kantor Dinas Perhubungan (Dishub).

Ada juga, KTP SIAK yang masa berlakunya masih ada, tapi masyarakat belum mau menggantinya ke KTP-El.

”6.000 blangko KTP-El, akan diberikan kepada masyarakat yang sudah lama melakukan perekaman KTP-El,” tegasnya.

Kemudian, Disdukcapil Kota Tanjungpinang akan mengutamakan masyarakat yang emergency.

Misalnya untuk kesehatan masyarakat.

”Ini yang kita utamakan. Kasihan masyarakat yang benar-benar butuh KTP-El ini,” terangnya.

Meski sudah ada 6.000 blangko KTP-el, dia tegaskan, Disdukcapil Kota Tanjungpinang hanya sanggup mencetak 60 KTP-el untuk masyarakat per hari saja. Alasanya, kemampuan mesin cetak KTP el.

Disdukcapil hanya memiliki 1 unit mesin cetak KTP-El. Tiga unit mesin cetak KTP-el lagi sedang dalam proses perbaikan di Jakarta. Karena mesin cetak KTP-el menggunakan anggaran pemerintah pusat. Jadi, perbaikan mesin cetak KTP-el harus di Jakarta.

”Pemerintah daerah tidak bisa memperbaiki mesin cetak KTP-el. Nanti, malah pemerintah daerah disalahkan. Dan ini sudah kita kirim di Jakarta,” ucap mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang ini.

Kurang 57.000 blangko KTP-El, pihaknya akan kembali mengajukan permohonan penambahan blangko KTP-El kepada pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil Kemendagri).

”Sekitar 2-3 bulan lagi, kita kembali mengajukan penambahan blangko KTP-EL. Sehingga semua masyarakat di Kota Tanjungpinang mengantongi KTP-El,” sebut dia.

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, minta kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, agar memproritaskan pembuatan KTP-el, sesuai dengan nomor urut rekaman.

”Jangan sampai blangko KTP-el diperjual belikan. Akan kita awasi,” tegasnya.

Ia minta kepada komisi terkait di DPRD, untuk memanggil dinas terkait.

”Jangan sampai ada masyarakat sudah lama melakukan rekaman, justru ia belum terima KTP-el. Kemudian ada masyarakat baru rekaman, malah duluan menerima KTP-el karena ada orang dalam ini yang tak boleh terjadi,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here