Blanko KTP-el Menumpuk

0
535
MENGURUS KTP-EL: Warga saat mengurus KTP-el di Kantor Discukcapil Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

Cuma Mampu Cetak 50 Lembar per Hari

Empat ribu blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) sudah ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tanjungpinang (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang. Namun, itu tidak menyelesaikan masalah penumpukan berkas rekaman.

TANJUNGPINANG – Pasalnya, di Disdukcapil Kota Tanjungpinang hanya ada satu mesin cetak KTP-el yang berfungsi. Itupun hanya mampu mencetak 50 lembar KTP-el setiap harinya. Padahal, warga yang sudah melakukan rekam KTP-el sekitar 63.000 orang. Akibatnya, blanko KTP-el yang dikirim dari Kemendagri itu hanya menumpuk di Disdukcapil Kota Tanjungpinang sekarang ini. ”Kalau kita menunggu diperbaiki, enam bulan belum tentu akan selesai. Makanya, kita ajukan pinjam pakai. Supaya kita bisa perbaiki sendiri mesin tersebut,” kata Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (17/8).

Kata Lis, sampai saat ini, Disdukcapil Kota Tanjungpinang hanya mengandalkan satu unit alat perekam saja. Dan, satu unit alat printer KTP-el untuk mencetak KTP-el. Meskipun mesin cetak tak optimal, pelayanan perekaman hingga pembuatan atau cetak KTP-el tetap berjalan di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang beralamat Jalan Kijang Lama Tanjungpinang. ”Kita harapkan kalau ada empat mesin, tiga bulan KTP-el milik masyarakat yang tertunda di Disdukcapil bisa di cetak semuanya,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, H Irianto, mengaku baru saja pulang Jakarta, bertemu dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tujuannya, untuk meminjam mesin perekam dan printer KTP-el yang ada di Jakarta. Karena, mesin cetak KTP-el di Disdukcapil Kota Tanjungpinang banyak yang rusak. ”Saya baru saja sampai di Tanjungpinang. Karena kemarin saya di Jakarta menghadap Dirjen Kependudukan dan Pencattan Sipil,” kata Irianto.

Pihaknya, melakukan pinjam pakai 3 unit mesin perekam dan 2 unit mesin printer KTP-el. Karena hanya 3 unit perekam dan 2 unit printer KTP-el yang sedang rusak. ”Saat inikan hanya satu mesin perekam dan satu mesin printer KTP-el saja. Yang lainnya pada rusak. Makanya, kita ajukan pinjam pakai ke Dirjen,” terang dia. Kalau memang Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil memberikan izin pinjam pakai, kata dia, Pemko Tanjungpinang akan melakukan perbaikan 3 mesin perekam dan 2 mesin printer.

Perbaikan mesin ini menggunakan APBD tahun 2017 kisaran kurang lebih Rp50 juta hingga Rp60 juta. ”Kita tunggu saja jawaban dari Dirjen. Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah ada jawaban dari Dirjen. Sehingga bisa secepatnya kita lakukan perbaikan mesin perekam dan cetak KTP-el,” terang dia. Kalau empat mesin perekam dan tiga mesin cetak KTP-el sehat, dengan hitungan tiga bulan saja, KTP-el bisa dicetak semua. ”Betul apa kata Pak Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, tiga bulan saja selesai kita cetak KTP-el. Karena satu mesin saja, kita bisa cetak kisaran 50 hingga 60 KTP-el. Kalikan saja. Semua selesai itu semua,” tegas dia.

Selain itu, ia sudah pernah menyurati Pemprov Kepri untuk minta bantuan mobile KTP-el. Sehingga bisa membantu masyarakat Tanjungpinang yang belum merekam KTP-el tinggal di daerah pesisir. Apalagi umur masyarakat tersebut sudah uzur, pasti tidak mau melakukan perekaman KTP-el.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here