BNN Waspadai Peredaran Permen Narkoba

0
1299
f-net

TANJUNGPINANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang sudah mewanti-wanti terhadap isu maraknya beredar permen anak-anak mengandung narkoba yang menurutnya bisa saja ada di Tanjungpinang.

Namun untuk bersikap tegas, BNN masih menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri melakukan penelitian di balai laboratoriumnya.

”Kami belum bisa bertindak, jika instansi terkait belum bersikap. Saya minta BPOM cepat tanggap terkait masalah isu permen mengandung narkoba ini,” terang Kepala BNN Tanjungpinang Hasyim Panggabean, kepada Tanjungpinang Pos, kemarin

Menurut dia, isu terkait permen mengandung narkoba itu sudah marak di kota-kota besar Indonesia. Kepri, Tanjungpinang kata dia, bukan tidak mungkin mengingat Kepri merupakan salah satu pintu masuk perdagangan yang masih sangat toleransi.

”Hanya saja sampai saat ini, belum ada laporan yang masuk ke BNN. Kami masih menunggu BPOM,” tambahnya

Sebelumnya juga, sambung dia, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengaku masih menunggu BPOM untuk menyikapi masalah permen mengandung narkoba yang marak beredar gelap saat ini.

Bahkan Buwas juga sudah memberikan sampel permen dot yang diduga berkandungan narkoba kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut Budi, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM terkait ada atau tidaknya kandungan narkoba dalam permen tersebut.

Seperti yang di sampaikan Hasyim, penemuan permen diduga mengandung narkoba pertama ditemukan di Surabaya berawal dari adanya laporan masyarakat.

”BNN pusat sudah bersikap masalah itu, itu menurut pengamatannya kemarin, belum tentu narkotik, jadi kita sama-sama nunggu hasil resminya,” tukas Hasyim.

Produk permen yang diduga mengandung narkoba beredar di Surabaya, Jawa Timur. Permen dengan kemasan berwarna warni tersebut banyak dijual di toko maupun pedagang asongan di sekolah-sekolah dasar.

Setelah ramai menjadi perbincangan di dunia maya, dua hari terakhir Pemerintah Kota Surabaya langsung melakukan razia. Razia dilakukan Satpol PP, Linmas serta pihak kecamatan yang didampingi petugas Polri dan TNI. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here