BNNP Berhasil Amankan 12,2 Kg Sabu

0
764
ENAM pelaku pemilik sabu-sabu diamankan BNNP Kepri.f-istimewa/tanjungpinang pos

Mafia Dan Pemasok Jadikan Pesisir Pintu Masuk Narkoba

Sebagai daerah kepulauan dengan bibir pantai yang mengelilingi seluruh daerah Kepri, sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk memasukkan barang terlarang.

BATAM – NARKOBA merupakan salah satu yang sering dimasukkan ke Kepri khususnya Batam melalui daerah pesisir yang memang sepi penjagaan. Tanpa informasi yang kuat dan akurat, sulit bagi petugas untuk mengungkap siapa pelakunya. Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Kepri tetap bisa menangkap pelakunya meski barang haram itu masuk lewat pesisir.

Dari tiga kasus kasus peredaran gelap narkoba, satu diantaranya terjadi di daerah pesisir Selat Nenek di Galang. Dari tiga kasus yang diungkap BNN Kepri tersebut, barang bukti sabu seberat bruto 12,242 Kg berhasil diamankan.

Dari tiga kasus itu, ditetapkan juga enam orang tersangka. Sebagaimana diungkapkan Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan, Selasa (24/4), pengungkapan salah satunya, 18 April 2018 di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Batu Ampar.

Baca Juga :  Enam Event Kepri Mendunia

Telah dilakukan penangkapan terhadap RZ (29), WNI, oleh petugas BNNP Kepri. RZ ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan cara memiliki, menguasai, dan membawa narkotika golongan I jenis sabu seberat 1.590 gram.

Kemudian dilakukan pengembangan dengan melakukan control delivery terhadap pemilik sabu di salah satu hotel di Pelita, Batam. Hari itu juga sekitar pukul 14.00 WIB, dilakukan penangkapan terhadap FS (30) WNI. Dari hasil pemeriksaan, diakui sabu diambil JP (35) WNI, di salah satu hotel di kawasan Nagoya.

Besoknya, 19 April 2018, sekira pukul 13.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap JP. Dari pengungkapan kasus ini BNNP Kepri berhasil membekuk 3 (tiga) orang tersangka dengan total barang bukti narkotika golongan I jenis sabu 1.590 (seribu lima ratus sembilan puluh) gram.

Baca Juga :  Danrem Ingatkan Prajurit agar Tak Ikut jadi Timses

”Atas perbuatannya tersebut tersangka RZ, FS, dan JP dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” kata Richard.

Kemudian, kasus kedua yang diungkap, kejadian 20 April 2018, sekira pukul 22.30 WIB di Pelantar Pak Iskandar, Pulau Selat Nenek, RT 06-RW 03, Kecamatan Bulang, Kel Pulau Temoyong, Batam.

Petugas BNNP Kepri mengamankan dua orang laki-laki atas nama BS (42) dan MH (36) WNI. ”Mereka kedapatan memiliki narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 4.912 gram,” jelasnya. Dari pengungkapan kasus ini BNNP Kepri berhasil membekuk dua orang tersangka dengan total barang bukti Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 4.912 gram.

Baca Juga :  SMSI, Mahasiswa dan Pemerintah Teken Fakta Integritas

Atas perbuatannya tersebut tersangka BS dan MH dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Pengungkapan kasus berbeda dilakukan pada hari yang sama, di depan puskesmas Lubuk Baja, Batam. Petugas BNNP Kepri berhasil mengamankan satu orang laki-laki atas nama AS (31) WNI. Pria itu diamankan karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here