Bocah Bintan Pengidap Tumor Mata Itu Terlantar di Jakarta

0
425
TERBARING: Kalvin Amirullah hanya bisa terbaring lemas di rumah sewa di Jakarta. f-istimewa

Tanjungpinang – Bocah malang itu hanya bisa berbaring. Di usianya yang baru 2 tahun itu, ia harus menahan sakit yang terus menggerogotinya.

Harusnya dia bermain sambil tertawa dengan teman sebayanya. Kalvin Amirullah, bocah dua tahun tersebut divonis menderita kanker mata. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri di Batu 8 Tanjungpinang.

Karena tak kunjung sembuh, akhirnya pihak rumah sakit merujuk Kalvin untuk diobati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Setibanya di Jakarta, Kalvin bukannya dapat perawatan. Mereka malah terlantar di Jakarta.
Balita yang disebut menderita retinoblastoma/kanker mata itu saban hari ditemani ibunya, Arsuluna. Karena tak ada kejelasan, bocah tersebut dibawa ke tempat tinggal sementara, salah satu rumah sewa di Jakarta.

Setelah dirujuk pihak RSUD Kepri awal Januari lalu, Kalvin hanya bisa terbaring lemas di rumah sewa itu. Ia kerap menangis mengeluh kondisi matanya yang makin membesar.

Arsuluna mengatakan, keluarganya saat ini tengah berusaha untuk mendapatkan pelayanan di RSCM.

”Kami sangat kesulitan saat ini. Sudah hampir sebulan kami belum diberikan kejelasan di sini. Kami mohon Pemerintah Provinsi Kepri membantu. Karena biaya kami di sini cukup besar,” ujar Arsuluna menceritakan kondisinya via ponselnya kepada Tanjungpinang Pos.

Kata Arsuluna, selama di Jakarta putra kesayangannya itu sudah berulang kali diambil sampel darahnya. Meski sudah dilakukan uji kesehatan, belum berarti putranya sudah bisa menjalani pelayanan rumah sakit sesuai yang dibutuhkan untuk pemulihan kesehatannya.

Sampai saat ini belum diketahui kapan anaknya akan dioperasi. Meski sudah ditanya ke pihak rumah sakit kapan akan operasi, namun pihak rumah sakit belum bisa memberikan kepastian kapan anaknya bisa dioperasi.

”Selama di sini, kami menanggung biaya rumah sewa sekitar Rp 1 juta,” bebernya sambil memohon bantuan kepada masyarakat Kepri terhadap kondisi kesehatan anaknya saat ini.

Sebagai informasi, Arsuluna dan suaminya Yovi merupakan warga Batu 23, Kijang, Bintan Timur.

Sebelumnya, untuk kesembuhan anaknya, Arsuluna dan Yuvi sudah melakukan rawat inap untuk kesembuhan bayinya itu di RSUD Kepri sejak 7 Januari sampai 9 Januari. Sejak itu ia bersama keluarganya mendapat kesempatan rujukan ke RSCM, Jakarta agar mendapatkan perawatan secara intensif.

Mereka merupakan keluarga tak mampu. Meski demikian, namun perjuangan kedua orangtuanya untuk kesembuhan anaknya cukup gigih.

Meski hanya pekerja bengkel, namun Yuvi ayah Kalvin berusaha sekuat tenaga untuk kesehatan anaknya tersebut.

Putra dari pasangan Yopi (21) dan Arsuluna (22) ini mengidap penyakit kanker mata sejak lahir. Menurut sang ibu, sejak Kalvin masih bayi, gejala sakitnya sudah tampak. Gejala tersebut terlihat dari salah satu indera penglihatannya yang memiliki bercak darah.

Namun, lama-kelamaan, saat Kalvin menginjak usia delapan bulan, bercak tersebut makin membesar, hingga sebesar kelereng yang menutupi retina sang buah hati.

Dirinya bersama suami pun memutuskan untuk memeriksakan buah hati mereka ke salah satu dokter. Dari hasil pemeriksaan, dokter sempat mengusulkan bayinya untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

”Dulu kami sempat periksa dan disuruh rujuk ke Jakarta. Tapi kami tidak ada biaya, makanya kami tidak ke sana. Dan, kondisi Kalvin juga sudah mendingan saat itu. Tidak seperti sekarang,” ujar Arsuluna

Namun, beberapa waktu terakhir, lanjut Arsuluna, kondisi Kalvin semakin memprihatinkan. Tiba-tiba, mata kirinya langsung membengkak hingga mengharuskan dirinya, merujuk putra tunggalnya ke rumah sakit.

Arsuluna yang berdomisili di Kilometer 23, Kijang, Bintan Timur ini mengatakan, putranya sebelumnya sudah dirawat di RSUP sejak Sabtu (7/1) lalu.

Saat ini, pihak RSUP sudah berkoordinasi dengan pihak RSCM agar Kalvin dirujuk ke Jakarta untuk perawatan proses penyembuhan.

Terakhir Arsuluna, menyampaikan saat ini biaya pengobatan Kalvin masih ditanggung oleh pemerintah melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dia sendiri bercerita selama di Jakarta belum mendapatkan respon positif dari pihak RSCM Jakarta, sehingga dia harus menambah biaya lainnya untuk menyewa rumah kontrakan yang mereka diami bersama keluarganya saat ini. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here