Bongkar Muat di Laut, Kapal Diamankan

0
455
KRU tiga unit kapal asing yang diamankan tim gabungan Koarmada I di perairan Batam saat eskpos di Batam, Senin (26/11). f-istimewa

BATAM – Kapal berbendera Singapura, diamankan tim gabungan Koarmada I karena melakukan bongkar muat di perairan laut Batam.

Dari kapal MV An Kang itu, diamankan barang bukti bahan makanan dari Singapura yang hendak dipindahkan ke kapal MT Pu Tuo San yang kabur ke perairan Singapura. Selain itu, diamankan satu nakhoda Warga Negara Indonesia (WNI) dan sembilan ABK Warga Negara Asing (WNA).

Komandan Guskamla Koarmada 1, Laksamana Pertama Dafit Santoso, Senin (26/11) di dermaga Lanal Batam, mengungkapkan hasil tangkapan itu.

Dimana, kapal itu diamankan, Rabu (21/11) lalu di perairan TSS teritorial Indonesia. Aktivitas ship to ship (STS) dengan kapal MT. Pu Tuo San berjalan di atas laut.

”Itu kegiatan ilegal. Tidak bisa ship to ship di laut, kecuali keadaan tertentu. Itu pun harus ada izin dari Imigrasi, Bea Cukai. Ini tidak ada izin,” tegasnya.

Diakuinya, penangkapan dilakukan setelah ada infomasi dari masyarakat, terkait kapal yang sering melaksanakan STS di Perairan TSS teritorial Indonesia.

Kemudian informasi itu diteruskan ke KRl/KAL dari Tum Gabungan Guskamla Koarmada I dan F1QR IV serta Lanai Batam. Kemudian, hari itu sekitar pukul 17.00 WIB, KAL Mapor melaksanakan patron penyekatan mendapati kontak visual MV An Kang.

”Mereka sedang melaksanakan transhipment ke kapal MT Pu Tuo San berbendera Singapura pada posisi 01 15 503 LU104 05 171 BT,” bebernya.

Namun KAL Mapor merapat ke lambung kiri MV. An Kang, dilanjutkan dengan melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal, ABK dan dokumen muatan.

Di tengah proses pemeriksaan dan diarahkan menuju dermaga Lanal Batam, kedua kapal melaju ke arah Timur. Sehingga dilaksanakan pengejaran kembali oleh KAL Mapor.

”Pukul 19.30 WIB, MV An Kang berhasil dihentikan dan digiring ke Lanal Batam. 11 penumpang gelap, 1 WNI. 10 warga negara asing, kami kategorikan penumpang gelap,” bebernya.

Diakuinya, ini kapal ketiga yang diamankan dalam lima bulan terakhir dengan modus operandi yang sama. Kapal itu kemudian diserahterimakan ke Lanal Batam untuk pemeriksaan dan pengecekan kapal dan muatan.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan dugaan pelanggaran terhadap keimigrasian atas 11 penumpang yang tidak termasuk dalam crew list.

”Dalam kapal Tug Boat ini, diketahui membawa muatan gempa provision (bahan basah) dan store (alat-alat kebutuhan kapal/sparepart) diperuntukkan bagi kapal yang melakukan STS,” imbuh Dafit.

MV. An Kang dijerat dengan UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, pasal 323 ayat (1) jo pasal 219 ayat (1), karena nakhoda yang berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar.

Selain itu, dijerat pasal 317 yang mengatur pelayaran tidak mematuhi ketentuan yang berkaitan dengan tata cara berlalu lintas.

Sementara ABK warga negara asing, dikenakan UU No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, karena dengan sengaja masuk atau keluar wilayah Indonesia yang tidak melalui pemeriksaan oleh pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan Imigrasi.

Mereka juga dijerat UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan pasal 102, karena membongkar barang impor di luar kawasan pabean atau tempat lain tanpa izin kepala kantor pabean. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here