Bos Kedai Kopi Hawai Dibegal di Simpang Korindo

0
7988
Ilustrasi

BINTAN – Kejahatan di Jalanan kembali beraksi. Pada Selasa (17/9/2019) malam, pelaku mengincar korban di jalan raya menuju Kijang. Kali ini korbannya Fitri (30) pengelola kedai kopi Hawai, Batu 9 Tanjungpinang.

Fitri mengalami patah tulang bahu kanan, sejumlah luka-luka memar dan lecet di tubuhnya setelah berusaha melawan pelaku yang menggunakan sepeda motor supra hitam 125 CC. Korban terjatuh setelah melawan pelaku yang saat itu berusaha merampoknya.

Menurut Naldi, suami korban, malam itu istrinya pulang dari kedai kopi Hawai Batu 9 menuju Kijang sekitar pukul 22.30. Ketika itu, Fitri membawa pas yang ditaruh di bagian kiri sepeda motor. Setelah melewati waduk Sungai Pulai, tiba tiba ada sepeda motor yang mengikutinya dari belakang. Fitri langsung curiga saat pelaku berusaha mematikan lampu sepeda motor agar tidak diketahui Fitri kalau ia sedang diikuti dari belakang.

“Lampu motor pelaku itu tiba-tiba mati dan nyala saat ada tikungan,” ucap Naldi menirukan keterangan istrinya.

Merasa ada tanda-tanda yang kurang baik, Fitri langsung mempercepat laju sepeda motornya.

Ternyata, pelaku terus mengikuti dan berusaha mendekat. Memasuki Batu 20, pelaku tiba-tiba memegang pinggang Fitri yang saat itu sedang berusaha melaju dengan kecepatan tinggi. Untung pegangan pelaku terlepas saat Fitri berusaha menendang motor pelaku sambil berteriak. Namun, pelaku tidak takut dan terus memepet motor Fitri, karena sepeda motor yamaha mionya dipepet, sementara ia sedang melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya sepeda motor Fitri keluar dari aspal dan ia terjatuh di dekat simpang Korindo.

Untung saat itu ada pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Kijang menuju Tanjungpinang. Melihat ada orang datang, pelaku tidak jadi berhenti dan memilih kabur.

“Pria yang menolong Fitri itu melihat hal itu. Saat itu, dia memutuskan untuk membantu Fitri yang tergeletak di tepi jalan dan membawa korban ke RSUP Provinsi,” ujar Naldi.

Menurut Naldi, istrinya sempat melihat pelaku, namun tidak mengenal wajahnya. “Pelakunya pakai helm LTD hitam,” ucap Naldi.

Saat ditanya kondisi istrinya, Naldi mengaku istrinya pingsan dari tempat kejadian dan baru sadar pada Rabu pagi.

“Fitri sudah sadar. Rencananya akan dioperasi besok,” kata Naldi saat dihubungi Rabu (18/9/2019) sore.

Biasanya, sambung Naldi, ia dan istrinya pulang bersamaan setelah kedai kopinya tutup. Namun, malam itu, istrinya terpaksa pulang sendiri karena Naldi sedang berada di Batam. Naldi mengaku belum sempat lapor polisi atas kejadian itu karena masih mendampingi istrinya yang dirawat di RSUP.(jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here