BP Ambil Alih Semua Aset ATB

0
659
WTP ATB: Salah satu WTP milik ATB di Dam Mukakuning. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengambil alih aset milik PT ATB yang mendukung pengelolaan air bersih, pada tahun 2020 mendatang.

Setelah itu, BP Batam akan melakukan lelang pengelolaan air bersih di Batam. Namun, untuk pendataan aset masih akan dilakukan di akhir konsesi.

Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya BP Batam, Purba Robert M Sianipar, Minggu (28/5). Menurutnya, nilai aset ATB sejak tahun 1995 hingga saat ini, ada sekitar Rp1 triliun. Aset-aset itu harus diserahkan dan menjadi milik BP Batam.

”Itu sesuai kontrak konsesi, bahwa aset investasi yang dilakukan ATB untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, diakhir konsesi akan diserahkan ke BP Batam,” tegas Robert.

Diakui Robert, pihaknya sudah membentuk tim untuk persiapan pengalihan aset ATB sebelum dilakukan lelang pengelolaan air di Batam jelang akhir kontrak. Walaupun kontrak dengan ATB akan berakhir, namun diminta agar pelayanan tertap ditingkatkan. Sementara untuk aset apa saja yang akan menjadi milik BP, Robert mengaku sedang didata tim BP.

”Kami sudah membentuk tim. Kami bangga dengan ATB. Kami minta agar ATB tetap menjaga pelayanan, kalaupun kontrak kerja akan berakhir,” harap Robert.

Diakui, ATB masih berhak menjadi salah satu peserta lelang nantinya. Namun kedudukannya sama dengan peserta lain. Lelang sendiri diakui Robert menjadi kewajiban yang harus dilakukan BP Batam dalam pengelolaan air, sesuai ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

”Sesuai aturan, kita harus melelang. Tidak bisa lagi menunjuk langsung. Sama seperti pengelolaan air di Jawa Timur. ATB mungkin bisa ikut,” sambungnya.

Terkait sumbangsih ATB hingga saat ini, selain melayani masyarakat Batam, dalam pemenuhan air bersih, juga penerimaan negara. Dimana, sejak ATB beroperasi, penerimaan yang disumbang untuk negara diakui, sekitar Rp750 miliar.

”Selain itu, tingkat kebocoran air di Batam paling rendah di Indonesia. Hanya sekitar 9 persen,” bebernya.

Direncanakan, sebelum konsesi air bersih di Batam berakhir, pengelolaan air limbah dengan air bersih sudah bisa terintegrasi, seperti di Singapura.

”Kita juga ingin mengintegrasikan pengelolaan air limbah dengan air minum, seperti di Singapura. Tapi tidak tahu apakah itu bisa tahun 2021 atau tidak,” imbuh Robert.

Sebelumnya, President Director PT Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto mengatakan, walaupun kontrak akan berakhir, namun investasi ATB di Batam belum dihentikan.

”Investasi kita sudah mendekati 1 triliun. Tapi kita masih tetap akan investasi, karena butuh investasi dalam peningkatan kualitas,” katanya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here