BP Batalkan Alokasi Lahan ke Perusahaan

0
96
DITPAM BP Batam saat mengamankan lokasi lahan yang pengalokasiannya dibatalkan, Rabu (18/7) di Batam Centre. F-ISTIMEWA

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan penerima alokasi lahan, yang tidak melakukan pembangunan. Kali ini, satu perusahaan dibatalkan alokasi lahannya dan satu dievaluasi. Di mana, PT Obyor Sentosa Indonesia dan PT Daya Makmur Sejahtera dengan status evaluasi. Sementara PT Pulau Mas Putih dengan status pembatalan.

Kepala Bidang Evaluasi Lahan Pembangunan BP Batam, Harry Prasetyo Utomo, Rabu (17/7) mengatakan, program penertiban lahan terus dilaksanakan oleh BP Batam. Mereka memasang papan pemberitahuan pada alokasi lahan yang dilaksanakan hari itu.

”Kita sudah pasang papan pemberitahuan. Ketiga alokasi lahan ini berlokasi di sekitar kawasan Welcome To Batam dan di samping Sekolah Global Indo-Asia, Batam Center,” bebernya.

Diakui, walau baru satu perusahaan yang dilakukan pembatalan alokasi, dua perusahaan lainnya juga sudah masuk dalam radar evaluasi dan pembangunan. Selain itu juga telah dilakukan proses administrasi dan pemanggilan.

”Tapi PT Obyor Sentosa Indonesia maupun PT Daya Makmur Sejahtera sudah menunjukkan upaya lain yang dinyatakan BP Batam telah melampaui isi perjanjian dan komitmen awal setelah proses pemanggilan,” bebernya.

Ditegaskan, lewat penertiban itu, pihaknya mengingatkan. Jika sudah terbit keputusan pembatalan, maka secara hukum status hak tanahnya kembali kepada BP Batam. ”Kegiatan ini berkaitan dengan proses evaluasi alokasi yang selama ini masuk di dalam daftar lahan yang tidak kunjung dilakukan pembangunan dan sudah dievaluasi oleh Kantor Lahan BP Batam,” tegasnya.

Dikatakan, persoalan PT Pulau Mas Putih, BP sudah melakukan pembatalan alokasi, namun pihak PT Pulau Mas Putih masih bertahan bahwa lahan tersebut adalah miliknya. Sementara PT Obyor Sentosa Indonesia dan PT Daya Makmur Sejahtera, masing-masing dari perusahaan tersebut belum melaksanakan pembangunan.

”Namun kami temukan yang bersangkutan berupaya untuk menjual secara terang-terangan lokasi itu kepada pihak lain,” jelas Harry.

Menindaklanjuti evaluasi yang telah lakukan pada tahun 2016, muncullah 2.000 titik karena tidak melaksanakan pembangunan berdasarkan perjanjian yang ada. Harry mengatakan tidak semua titik langsung dibatalkan, karena BP Batam masih memberikan kesempatan agar perusahaan-perusahaan tersebut segera melakukan pembangunan.

”Jika kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, maka BP Batam akan mencabut alokasi tersebut,” ujar dia.

BP diakui, memiliki tim yang terus memantau seluruh titik alokasi lahan, yang memiliki keterkaitan dengan pengalihan wewenang alokasi lahan di Batam sebelum tahun 2016. Dan kegiatan pengawasan kami lakukan dengan melayangkan Surat Peringatan 1-3 kepada pihak terkait.

”Begitu juga pengecekan dan overlay posisi-posisi di lapangan, serta memantau media cetak dan online beserta iklan-iklan yang memiliki keterkaitan dengan pengalihan wewenang alokasi lahan di Batam,” ungkap Harry.

Menurutnya, BP Batam melakukan evaluasi berdasarkan data-data administrasi yang ada. Jika memang sudah berjanji alokasi lahan tersebut akan dilakukan kegiatan pembangunan, diharapkan dapat segera dilaksanakan sesuai dengan peruntukannya.

”Jika sebaliknya, maka alokasi tersebut harus dikembalikan ke BP Batam. Apabila pihak yang bersangkutan tidak berkenan untuk mengembalikan, maka akan dilakukan pembatalan,” imbuh dia.

Diakui, lahan-lahan diambil menjadi aset BP Batam dan akan dialokasikan kepada investor yang sudah menyampaikan rencana bisnisnya. Serta memiliki nilai ekonomi dengan prospek usaha yang baik.

”Supaya lahan di Batam ini bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan tentunya bermanfaat tidak terlantar,” tutup Harry. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here