BP Bentuk Tiga Tim Jelang Akhir Konsesi

0
413
Kepala BP Batam Lukita dalam salah satu pertemuan di ruang kerjanya, di gedung BP Batam, Jumat (19/1). f-martua/tanjungpianng pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini menyiapkan tiga tim untuk menyiapkan penanganan air bersih di Batam. Tim ini dibagi menjadi, tim untuk mengevaluasi kerjasama selama ini. Selain itu ada tim untuk mengakhiri kontrak kerjasama dengan PT ATB serta tim yang akan mempersiapkan rencana pengelolaan air bersih di Batam, kedepan.

Menurut Kepala BP Batam, Lukita, Jumat (19/1) di Batam, saat ini evaluasi kerjasama pihaknya dengan ATB sedang berjalan saat ini. ”Saya sedang menyiapkan tiga tim. Itu tim evaluasi terhadap kerjasama selama ini. Menyiapkan tim untuk mengakhiri kerjasama. Setelah itu ada tim setelah berakhir kerjasama. Evaluasi kerjasama sedang berjalan sekarang,” katanya.

Ditanya terkait dengan aset BP yang dikelola ATB dan aset ATB yang harus diserahkan ke BP sebagaimana konsesi, Lukita mengaku belum mendapat laporan perhitungan. ”Untuk transfer aset dan nilai aset, belum. Kita ingin tim penilai independen untuk aset, sehingga nanti lebih baik saat menawarkan ke investor,” jelas Lukita.

Ditanya kemungkinan ATB untuk kembali mengelola air bersih di Batam, Lukita tidak menutup kemungkinan. Hanya saja diingatkan, semua harus mengikuti tender. Namun diberikan catatan, BP Batam kedepan ingin mendapatkan dua hal dari calon pengelola air bersih, untuk masyarakat.

”BP Batam ingin masyarakat dapat air terbaik, termaksud dari kinerja. Tapi kami ingin yang optimal juga untuk (pemasukan) BP Batam,” tegasnya.

Dengan dua target yang diinginkan kedepan, BP akan membuka penawaran untuk perusahaan yang akan mengelola air bersih di Batam. ”Mulai akhir tahun ini sudah dibuka penawaran. Sehingga saat habis kontrak konsesi air bersih, kita sudah mendapatkan kontrak baru,” harapnya.

Kontrak ATB dengan BP Batam, berakhir 2020. Beberapa perusahaan selain ATB sudah menyatakan minat untuk mengelola air di Batam. Sebelumnya, BUMN Jasa Tirta I, juga mengaku berminat mengelola air di Batam bersama swasta. Direktur Utama Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan menilai, peluang mereka ikut tender pengelolaan air di Batam, sangat besar. Dimana, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 Tahun 2015 tentang sistem penyediaan air minum, yang mengamanatkan pengeloaan air bersih tidak boleh lagi sepenuhnya dikelola swasta.

Selain itu, calon investor yang berminat mengelola air di Batam, ada tujuh. Diantaranya dari Jepang, Korea, ATB dan lainnya. Rencannya lelang pengelolaan air Batam akan digelar pada akhir 2018 atau di awal 2019. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here