BP Berikan Fasilitas Baru ke Investor

0
551
Ekspos program: Deputi BP Batam bersama Kepala BC Batam saat ekspos program I23J Plus, Rabu (3/5). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengeluarkan kebijakan baru untuk memudahkan bahan baku perusahaan masuk Batam, melalui kebijakan jalur hijau program Izin investasi 3 jam plus (I23J+).

Setiap perusahaan dari kawasan industri yang mengikuti program itu, bahan baku dan mesin perusahaan yang amsuk dari luar negeri akan diberi kemudahan saat di pelabuhan. Termaksud dibantu di proses administrasi Bea Cukai.

Hal itu dikatakan Bidang Pelayanan Umum, BP Batam, Gusmardi Bustami yang didampingi Kepala Bea Cukai Batam, Nugroho dan Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Oka Simatupang, Rabu (3/5),

”Ini program baru kita. Ada plusnya sekarang. I23J+ ini membedakan daerah lain. Ini belum ada di daerah lain. Baru Batam. Semoga daerah lain bisa mengikutinya,” kata Gusmardi.

Diakui, kebijakan baru itu sudah dijalankan karena ingin memberikan kemudahan investor yang menggunakan fasilitas I23J dengan mendapat fasilitas jalur hijau. Bea Cukai juga memberikan dukungan untuk itu, dengan jalur hijau. Awalnya, semua perusahaan yang baru berdiri di Batam masuk lewat jalur merah.

”Jadi sekarang perusahaan baru, mendapat kemudahan memasukkan bahan baku dan mesin-mesin ke Batam,” kata Gusmardi.

Diingatkan, jalur hijau untuk barang yang masuk, tetap sesuai ketentuan, tidak melanggar.

”Harus sesuai dengan proses dan komitmen peraturan. Ini kemudahan yang perlu disosialisasikan. Semoga menggairahkan investor masuk Batam,” harapnya.

Menurutnya, jalur hijau ini yang didambakan semua pengusaha. Termaksud salah satu perusahaan Malaysia, baru masuk di kawasan industri Tunas Batam, bulan ini. Salah satunya yang sudah mendapatkan fasilitas ini yakni PT Indo Kreasi Gravita dengan investasi Rp 50 miliar.

”Perusahaan itu dari Malaysia. Produksi mereka berbahan baku kertas. Nilai ekspornya diperkirakan 1,5 juta dolar AS per tahun. Jadi sejak September 2016, sudah enam perusahaan yang mengikuti program I23J, dengan investasi 93 juta dolar AS dan mempekerjakan, 700-an orang,” imbuhnya.

Sementara Kepala BC Batam, Nugroho mengungkapkan dukungan untuk investasi di Batam. Sebelumnya, untuk perusahaan baru, selalu diberikan jalur merah.

”Walau semua perusahaan baru, record merah. Karena kita belum tahu, apa perusahaan baru itu, penanggunghawabnya dipercaya, akuntabel, eksistensinya benar,” kata Nugroho.

Dengan program jalur hijau I23J+ ini, Bea Cukai akan memberikan kemudahan, khusus untuk yang di kawasan industri. Alasannnya, dalam kawasan lebih bisa dipercaya, karena ada pengelola kawasan sebagai penjamin. Pemberian kemudahan itu, diakui karena ada jaminan BP dan assosiasi kawasan industri, kita lebih mudah memberikan pelayanan.

”Tapi, kita tetap, harus menjaga kedaulatan RI. Jangan sampai barang yang tidak berkaitan atau yang dilarang atau yang masuk. Jadi walau jalur hijau, tetap kita periksa sampel,” imbuhnya.

Nugroho mengimbau agar pengusaha patuh. ”Kalau patuh, akan diberikan kemudahan dengan cost yang lebih mudah hingga akan mampu bersaing di luar negeri,” harapnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here