BP Cari Penampung Lumpur 1 Juta Kubik

0
636

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan normalisasi Dam Sei Harapan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga sudah disetujui normalisasi itu. Hanya saja, anggarannya masih dihitung. Diharapkan tahun ini sudah dilakukan normalisasi. Namun, lumpur yang diperkrakan ada 1 juta meter kubik belum diketahui makan dibuang kemana.

Deputi Bidang Pengusahaan dan Sarana Lainnya, Purba Robert M Sianipar, Minggu (23/7) di Batam, mengungkapkan, saat Dam Sei Harapan dikeruk, akan ada 1 juta meter kubik lumpur. Saat ini yang sedang disiapkan BP Batam, tempat penampungan lumpur saat dilakukan pengerukan di Dam sei Harapan. ”Sekarang banyak sendimen dan pasir. Belum tahu, mau kemana nanti dibuang,” kata Robert.

Baca Juga :  Manfaatkan Ponsel untuk Hal yang Positif

Dibeberkan, untuk dana pengerukan atau normalisasi dam, kementerian PUPR, akan menggunakan dana bank dunia. Tapi berapa besarnya, diakui dana kebutuhan masih dihitung. Dana untuk normalisasi itu, diakui, bersumber dari dana Bank Dunia, untuk bantuan pemeliharaan dam di Batam. ”Anggaran sudah disetujui Kementerian PU tapi besaran dihitung. Diharapkan bisa, akhir tahun ini, sudah normalisasi. Itu harus kami lakukan,” kata Robert.

Diakui, penumpukan terjadi di Dam itu, hingga kapasitas berkurang sekitar 1 juta meter kubik. Saat ini, diakui waduk Sei Harapan menjadi prioritas, karena paling mendesak. Setelah itu selesai baru waduk-waduk lain di Batam. BP Batam mengakui, kerjasama dengan Kementerian PUPR berjalan melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, yang ada di Batam. ”Kapasitas waduk menjadi berkurang, sampai setengah dari volume keseluruhan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tim Distribusi Air Tetap Bekerja Ditengah Covid-19

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan membenarkan, sedang mengkaji lokasi penumpukan. ”Karena 1 juta kubik, itu bisa juga untuk bahan menimbun. Buruh dana antara Rp50-80 miliar. Secepatnya kita selesaikan. Kalau alat yang besar, bisa 3-4 bulan selesai,” jelas Binsar.

BP Batam juga akan membangun penghalang orang masuk wilayah waduk. Sehingga, masyarakat tidak bebas masuk ke Dam. ”Tidak boleh ada yang aktivitas yang mengganggu daerah serapan di waduk,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here